Jakarta, hotfokus.com
Pertumbuhan industri harus di atas 20 persen atau lebih tinggi dibanding sektor perekonomian. Karenanya industri manufaktur harus jadi motor utama ekonomi.
“Pertumbuhan industri melampaui ekonomi agar berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB),” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji, dalam keterangannya Kamis (8/10/2026).
Pihaknya menargetkan pertumbuhan industri yang selama ini berkisar 19 persen bisa terdongkrak di atas 20 persen. “Bisa mencapai 21 hingga 25 persen,” tambahnya.
Dengan tinggi kontribusi industri tersebut, menurut Sarmuji, akan memperkuat struktur perekonomian, menciptakan nilai tambah serta memperluas kesempatan kerja baru.
“Kita ingin industri kita bangkit kembali. Jangan sampai industri kita layu sebelum mencapai puncaknya,” tandasnya.
Untuk itu, ia meminta pelaku industri harus memiliki kemampuan berproduksi, berinovasi memperluas pasar.
Namun, menteri menambahkan keberhasilan itu juga sangat ditentukan lingkungan usaha yang kondusif, termasuk kebijakan pemerintah yang memberi kepastian dan kemudahan berusaha.
“Tugas utama kita sebenarnya menciptakan ekosistem yang baik bagi tumbuhnya industri,” kata menteri.

Karena itu, Kemenperin mendorong penyelarasan kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan sektor manufaktur. Di antaranya meningkatkan efektivitas regulasi dan percepatan pelayanan hingga penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. (bi)
Leave a comment