Home OPINI Memperkokoh Konsensus Menuju Indonesia Emas 2045 (II)
OPINI

Memperkokoh Konsensus Menuju Indonesia Emas 2045 (II)

Share
Uang APBN Hasil Efisiensi Tidak Mungkin Untuk Bayar Utang
Share

Bahkan Indonesia Mampu Mengarungi Antartika

Oleh : Salamuddin Daeng

Sri Sultan HB X lima tahun lalu raja kita mengumandangkan bahwa abad ke depan adalah abad Samudera Indonesia, atau Samudera Hindia, dimana Samudera Hindia? Selama ini tidak permah dijelajahi, tidak tersentuh oleh orang orang Nusantara, tidak menjadi bagian dari masa depan Indonesia. Sri Sultan mengguncangkan hati, menggugah bahwa orientasi Indonesia agar bergeser ke selatan, memumulai peradaban baru, bergerak dari utara ke selatan. Arus sedang berbalik.

Presiden Megawati semasa kekuasaannya mengirimkan ekspedisi ke selatan untuk menjangkau bagian terjauh di wilayah selatan yakni Antartika. Ini menggambarkan sebuah visi dan tujuan masa depan. Ekspedisi kemudian dilanjutkan oleh para peneliti peneliti Indonesia di gerbang menuju selatan teraebur sampai saat ini.

Presiden Jokowi telah memulai terobosan baru membuka jalur penerbangan selatan Jawa, bagaimana nasibnya sekarang, siapa yang telah berani melakukan penerbangan lewat selatan, yang konon merupakan wilayah larangan terbang, zona terlarang. Sekarang kita telah boleh melewati atasnya bagi aktifitas kedirgantaraan.

Selatan atau Samudera Indonesia bukan wilayah asing buat bangsa Nusantara. Dulu wilayah selatan yang sekarang terdapat benua yang diberi nama Australia adalah wilayah jelajah para pelaut tangguh. Belanda menyebut wilayah tersebut sebagai New Holande, orang orang timur menyebutnya Osetraliat, para nelayan di pualu pulau bagian selatan seperti Lombok, sumbawa. Sumba, plores, pulau pulau timor menyatakan mereka tukar tukaran air dengan para nelayan di bagian selatan tersebut.

Selatan adalah sebuah wilayah lautan, juga daratan, di sana ada australia yang menjadi pintu gerbang melompat lebih jauh ke arah selatan untuk menemukan sumber daya yang lebih besar, sumber daya perikanan kelautan, sumber mineral, ilmu pengetahuan baru, dunia yang bukan hanya baru bagi Indonesia akan tetapi bagi dunia. Negara negara utara telah membuat kelompok baru yang diikat dengan antartic treaty untuk mengekplorasi wilayah selatan sebagai tempat penerlitian, antartica akan berusa mereka sentuh semunya.

Indonesia memiliki modal besar, memiliki sejarah panjang mengarungi lautan dan juga daratan di selatan Jawa dan Nusa Tenggara yang tidak tersentuh. Peta peta lama banyak membuktikan bahwa bangsa di selatan nusantara terhubung sepenuhnya dengan Antarticca, konon sebuah daratan yang kaya raya, memyimpan sumber daya alam melimpah yang selama ini ditutup dari pandangan mata, sekarang kita telah bisa menjelajahinya.

Lagi pula Samudera Indonesia adalah wilayah pelaut pelaut nusantara, tidak ada halangan untuk dieksplore untuk tujuan kemaslahatan kemanusiaan. Sebagai bangsa berdaulat Indonesia memiliki daya untuk mengarungi dua samudera, dari Pacifik menju abad baru yakni abad Samudera Indonesia. Ok Gas! [•]

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Skenario Maduro Dalam Nasionalisasi Perusahaan Minyak Venezuela
OPINI

Skenario Maduro Dalam Nasionalisasi Perusahaan Minyak Venezuela

Oleh : Salamuddin Daeng China tampaknya kurang waspada dalam melakukan investasi migas...

KUHP Baru dan Republik 3-O: Antara Kedaulatan Hukum dan Bayangan Abuse of Power
OPINI

KUHP Baru dan Republik 3-O: Antara Kedaulatan Hukum dan Bayangan Abuse of Power

Oleh : Andi N Sommeng Indonesia akhirnya punya KUHP baru—lahir dari rahim...

Ekonomisasi Jasa Pelayanan, Ibarat Pungli Menjadi Beban
OPINI

Ekonomisasi Jasa Pelayanan, Ibarat Pungli Menjadi Beban

Oleh: Defiyan CoriEkonom Konstitusi Tiba-tiba saja muncul dinota atau bon sebagai bukti...

Opini SZ: Pungutan Biaya Service Pada Restoran dan Kafe
OPINI

Opini SZ: Pungutan Biaya Service Pada Restoran dan Kafe

Praktik pungutan biaya service (service charge) yang dibebankan kepada konsumen pada setiap...