Jakarta, Hotfokus.com
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata bukan sekadar menyediakan makanan bagi jutaan masyarakat. Program pemerintah ini juga menciptakan dampak ekonomi besar dengan menyerap 1,03 juta tenaga kerja lokal hingga November 2026.
Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Tysa Novenny, mengungkapkan jumlah penerima manfaat MBG kini melampaui 58 juta orang. Sasaran program mencakup anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
” Makan Bergizi Gratis dimulai pada Januari 2025 dengan 190 dapur yang melayani 570.000 penerima manfaat. Kini, lebih dari 58 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menerima Makan Bergizi Gratis,” kata Tysa, Selasa (3/11/2026).
Ekspansi program tersebut turut mendorong pertumbuhan jaringan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). BGN mencatat 26.723 dapur telah terverifikasi dari target 27.485 unit.
Dapur-dapur tersebut tidak hanya melayani kebutuhan makanan bergizi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Bahkan, rantai pasok MBG telah melibatkan 80.315 pemasok lokal, dengan 82,83 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Keterlibatan petani, peternak, dan pedagang daerah diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dari sisi anggaran, pemerintah mengalokasikan Rp165 triliun untuk program MBG pada 2026. BGN juga mencatat pengembalian anggaran sebesar Rp44 triliun ke kas negara melalui efisiensi dan pengelolaan keuangan.

Meski jangkauannya terus berkembang, BGN mengingatkan pentingnya keamanan pangan. Jika anak mengalami gejala medis setelah mengonsumsi makanan MBG, orang tua diminta segera membawanya ke puskesmas dan melaporkan kejadian kepada pihak sekolah. (SA/GIT)
Leave a comment