Home PERTAMINA Kronologi Tragedi Pesawat Pelita Air di Long Bawan, Misi BBM Berujung Duka
PERTAMINA

Kronologi Tragedi Pesawat Pelita Air di Long Bawan, Misi BBM Berujung Duka

Share
Kronologi Tragedi Pesawat Pelita Air di Long Bawan, Misi BBM Berujung Duka
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Distribusi BBM Satu Harga di Kalimantan Utara mendadak berubah menjadi peristiwa memilukan. Pesawat charter Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA milik PT Pelita Air Service dilaporkan mengalami kecelakaan setelah menyelesaikan penerbangan pada Rabu, 19 Februari 2026.

Pesawat tersebut sebelumnya terbang dari Bandara Juwata Tarakan menuju Bandara Long Bawan untuk mengirim bahan bakar. Penerbangan dimulai pukul 10.22 WITA dan berlangsung lancar hingga pesawat mendarat pukul 11.24 WITA. Setelah proses pembongkaran selesai, pesawat bersiap kembali ke Tarakan tanpa membawa muatan pada pukul 12.10 WITA.

Situasi berubah drastis sekitar pukul 12.30 WITA. Kantor pusat menerima laporan awal mengenai dugaan jatuhnya pesawat di sekitar wilayah Long Bawan. Menanggapi laporan tersebut, perusahaan langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tim penyelamat dan masyarakat setempat, untuk memastikan kondisi pilot dan lokasi pesawat.

Tim pencarian akhirnya menemukan titik lokasi pesawat pada pukul 13.25 WITA. Pilot, Capt. Hendrick Lodewyck Adam (54), berhasil dievakuasi pada pukul 14.33 WITA, namun dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke RS Pratama Long Bawan sebelum dijadwalkan dipulangkan ke Jakarta dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Manajemen menegaskan bahwa pesawat berada dalam kondisi layak terbang sebelum menjalankan misi. Dalam pernyataan resminya disebutkan, “pesawat yang digunakan dalam penerbangan tersebut adalah tipe Air Tractor AT-802 tahun produksi 2013 yang berada dalam kondisi laik terbang serta telah menjalani perawatan rutin terkini pada 15 Februari 2026.”

Untuk mengungkap penyebab kejadian ini, Pelita Air bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna memulai investigasi. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan agar proses penyelidikan berjalan transparan dan menyeluruh.

Perusahaan juga memastikan komitmen penuh dalam mendukung keluarga almarhum, termasuk pemenuhan hak dan santunan. Pelita Air menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi fokus utama dalam setiap operasionalnya. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
PGN Optimalkan Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Siapkan Pasokan Baru untuk Energi Nasional
PERTAMINA

PGN Optimalkan Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Siapkan Pasokan Baru untuk Energi Nasional

Jakarta, hotfokus.com PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus memperluas sumber pasokan gas...

GreenBus Pertamina Kenalkan Energi Terbarukan dan Urban Farming kepada Pelajar di Kemayoran
PERTAMINA

GreenBus Pertamina Kenalkan Energi Terbarukan dan Urban Farming kepada Pelajar di Kemayoran

Jakarta, hotfokus.com PT Pertamina (Persero) kembali menghadirkan program GreenBus Pertamina 2026 dengan...

Pertamina NRE Gandeng PTBA Kembangkan PLTS di Lahan Pascatambang untuk Percepat Energi Hijau
PERTAMINA

Pertamina NRE Gandeng PTBA Kembangkan PLTS di Lahan Pascatambang untuk Percepat Energi Hijau

Jakarta, hotfokus.com PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjalin kerja...

GreenBus Pertamina Kenalkan Praktik Lingkungan Berkelanjutan kepada Pelajar di Kampung Hijau Cemara
PERTAMINA

GreenBus Pertamina Kenalkan Praktik Lingkungan Berkelanjutan kepada Pelajar di Kampung Hijau Cemara

Jakarta, hotfokus.com PT Pertamina (Persero) kembali menghadirkan program GreenBus Pertamina 2026 sebagai...