Home NASIONAL Kemnaker Sebut Rumus Penentuan Upah Buruh Akan Diubah
NASIONAL

Kemnaker Sebut Rumus Penentuan Upah Buruh Akan Diubah

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Kementerian Ketenagakerjaan mengakui telah memulai pembahasan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperbaharui aturan tersebut.

Menurut Direktur Pengupahan Kemnaker Andriani, pihaknya telah berdiskusi dengan baik pekerja maupun pengusaha untuk merevisi aturan tersebut. “Kami sudah diskusi dengan berbagai pihak, termasuk Dewan Pengupahan sudah kami diskusikan (revisi PP Pengupahan),” tuturnya, Rabu (8/5).

Ia mengatakan, masing-masing pihak telah menyampaikan pandangan dan pendapat terkait permasalahan pengupahan serta permasalahan ketenagakerjaan secara umum. Namun demikian, Kementerian Ketenagakerjaan masih membutuhkan diskusi lebih lanjut untuk merevisi aturan tersebut.

“Tinggal bagaimana kami akan diskusi seperti apa alternatif yang lebih baik. Ini masih perlu banyak diskusi, masukan dari berbagai pihak untuk memperkaya bahan,” ujarnya.

Meski pembahasan telah dimulai, ia masih belum memiliki prediksi kapan revisi PP Pengupahan selesai. Ia juga belum bisa memastikan lamanya proses revisi regulasi tersebut.

Andriani hanya berujar seluruh pihak terkait sangat insentif membahas pembaharuan regulasi yang sudah berlaku sejak 2015 itu.  “Cepat atau bagaimana itu tergantung sejauh mana kami bisa mengkonsolidasikan keinginan pekerja dan pengusaha. Kemudian kepentingan masyarakat bisa kami rangkum dan kami dapatkan hasilnya,” jelasnya.

Lebih jauh disebutkan, salah satu hal krusial yang dibahas dalam revisi PP Pengupahan adalah formulasi Upah Minimum Provinsi (UMP). Dalam Pasal 44 Ayat 2 PP Pengupahan disebutkan bahwa formula penghitungan UMP didasarkan pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Ini yang sedang kami kaji dan kami simulasi-simulasi. Kira-kira ke depan seperti apa variabelnya, kemudian cara menghitungnya seperti apa itu yang sedang kami cermati,” jelasnya.

Selain variabel inflasi dan pertumbuhan ekonomi, ia menyatakan pemerintah juga tengah melihat berbagai variabel lainnya dalam formulasi UMP. Variabel tersebut meliputi produktivitas pekerja, tingkat pengangguran, dan angka survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

“Kami lihat nanti, mana yang terbaik. Apakah kami perlu masukkan variabel-variabel, apa yang perlu dimasukkan mana yang tidak perlu, tentunya itu yang kami lihat nanti. Makanya sampai sekarang kami belum punya formulasinya seperti apa, sedang kami kaji semua variabel,” pungkasnya.(ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Harga BBM Nelayan Turun, Prabowo Tetapkan Solar Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter
NASIONAL

Harga BBM Nelayan Turun, Prabowo Tetapkan Solar Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter

Jakarta, hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) bagi...

Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Berawal dari Warga Kelaparan
NASIONAL

Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Berawal dari Warga Kelaparan

Jakarta, Hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ide pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional
NASIONAL

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional

Jakarta, Hotfokus.com Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menghadirkan Kampus Pascasarjana di Jakarta untuk...

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal
NASIONAL

Mendag: Tak Anti Asing, Ingin Pasar Banyak Diisi Produk lokal

Cibubur, hotfokus.com Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengaku dirinya tak anti produk...