Home EKONOMI Industri Minta Harga Gas Diturunkan
EKONOMI

Industri Minta Harga Gas Diturunkan

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com
Pelaku industri meminta kepada pemerintah untuk menurunkan harga gas agar industri di dalam negeri dapat lebih kompetitif. Sebab, Pada awal 2015 harga minyak dunia turun dari USD100 per barel menjadi USD50 per barel, serta terus turun hingga saat ini, termasuk dalam hal ini harga gas. Kenyataannya harga gas di dalan negeri masih belum turun juga.

Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Achmad Safiun dalam keterangannya di Jakarta Rabu (11/10/2017) mengatakan, hal ini menyebabkan biaya produksi industri di Indonesia lebih mahal dibandingkan luar negeri membuat sulit berkompetisi di luar negeri Mengacu kepada paket kebijakan ekonomi jilid III pada 7 Oktober 2017 disebutkan harga gas untuk pabrik dari lapangan gas baru ditetapkan sesuai dengan kemampuan daya beli industri pupuk sebesar USD7 per mmbtu (Milion Metric British Thermal Unit).

Sedangkan harga gas untuk industri lainnya seperti petrokimia, keramik, dan sebagainya akan diturunkan sesuai dengan kemampuan industri masing-masing.

Namun kenyataannya, kata Safiun, sampai saat ini baru tiga sektor industri yaitu baja, pupuk dan petrokimia yang telah mendapatkan rumus penurunan harga gas termasuk BUMN. Sedangkan di luar itu belum ada yang menikmati kebijakan tersebut.

Saat ini, harga gas untuk industri di Sumatra Utara mencapai USD9,95 per mmbtu. Sedangkan di Jawa Barat USD9,2 per mmbtu dan Jawa Timur USD8,1 hingga USD8,2 per mmbtu. Menurut Safiun untuk menurunkan harga gas sangat dimungkinkan yakni dengan melakukan efisiensi pada sistem distribusi gas serta pengurangan penerimaan negara atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari gas.

“Kalau mengacu kepada kebijakan pemerintah seharusnya penurunan harga gas untuk industri efektif berlaku sejak 1 Januari 2016,” tegas Safiun.

Terkait hal itu Safiun mengatakan, FIPGB menuntut dan mendesak pemerintah agar keputusan-keputusan yang tertuang dalam paket kebijakan dapat segera dilaksanakan secara konsisten, sesuai dengan instruksi Presiden pada 4 Oktober 2016 lalu.

Menurut dia dengan diturunkannya harga gas akan meningkatkan daya saing industri, menarik investasi ke sektor riil dan menyerap tenaga kerja lebih banyak serta meningkatkan kontribusi industri terhadap produk domestic bruto (PDB). (ACB)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Inpres KDKMP Segera Terbit, Presiden Resmikan Ribuan Koperasi Merah Putih di Jatim
EKONOMI

Inpres KDKMP Segera Terbit, Presiden Resmikan Ribuan Koperasi Merah Putih di Jatim

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Presiden RI...

Akad Massal KUR 1.000 UMKM Digelar, Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Ekonomi Kreatif
EKONOMI

Akad Massal KUR 1.000 UMKM Digelar, Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Ekonomi Kreatif

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha kecil melalui Akad...

EKONOMI

BI, Bareskrim dan Botasupal Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

Jakarta, hotfokus.com Bank Indonesia (BI) bersama Bareskrim Polri dan Badan Koordinasi Pemberantasan...

Harga Telur Bergejolak, Kementan Siapkan Strategi Serap Pasar dan Hilirisasi
EKONOMI

Harga Telur Bergejolak, Kementan Siapkan Strategi Serap Pasar dan Hilirisasi

Jakarta, Hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah stabilisasi harga telur ayam ras...