Home EKONOMI Industri Hulu dan Hilir Baja Terintegrasi Agar Kasus Pipa Pertamina Tak Terulang
EKONOMINASIONAL

Industri Hulu dan Hilir Baja Terintegrasi Agar Kasus Pipa Pertamina Tak Terulang

Share
Industri Hulu dan Hilir Baja Terintegrasi Agar Kasus Pipa Pertamina Tak Terulang
Share

Jakarta, hotfokus.com

Integrasi sektor hulu dan hilir pada industri besi baja harfus dilakukan, agar penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bisa dioptimalkan. Hal itu merujuk pada pemecatan seorang pejabat PT Pertamina (Persero) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena melakukan impor pipa untuk proyek, meski industri pipa dalam negeri sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Komite Tetap Industri Hulu dan Petrokimia, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Achmad Widjaya, kepada hotfokus.com, saat dihubungi pada Jumat (12/3/2021). Diakui olehnya, jika dibandingkan secara aple to aple, harga pipa baja domestik memang jauh lebih mahal ketimbang produk impor. Hal itu diakibatkan industri hulu baja dan pengolahan di hilir belum terintegrasi. Bahan baku harus di-import sehingga biaya produksi menjadi mahal.

“Kalau anda sebagai Krakatau Steel, gak punya bahan baku untuk menjadikan besi beton, pelat baja, dan lain-lain. Anda disini hanya produksi skala kecil kemudian anda jual, apakah bisa bersaing dengan yang namanya tirai bambu (China) yang industrinya terintegrasi dari hulu sampai hilir, ya gak bisa,” ujar Achmad Widjaya.

Ia mengatakan, 30 tahun lalu sebenarnya pemerintah sudah menyadari betapa pentingnya industri baja untuk ketahanan negara, Konsep awal pembangunan Krakatau Steel. sebenarnya sudah baik, hanya saja seiring dengan perkembangan zaman, industri baja Indonesia tidak berkembang, bahkan integrasi antara industri hulu dan hilir baja terputus dan Krakatau Steel tidak mengembangkan teknologi terkini.

“Zaman Pak Harto 30 tahun yang lalu sudah membuat perusahaan Krakatau Steel yang terintegrasi hulu sampai ke hilir, makanya dulu kita punya besi gak pernah ribut. Nah sekarang dengan tuntutan teknologi dan zaman, kita punya RDMP (Refinery Development Master Plan) Pertamina untuk satu tetes minyak menjadi bahan baku dimana-mana saja belum jadi, bagaimana kita mau punya Krakatau Steel (Produknya) gak mahal,” tuturnya.

Achmad berharap, pemerintah memiliki visi untuk menjadikan seluruh sektor industri pengolahan, bisa terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ia berharap industri yang sangat sentral seperti Krakatau Steel bisa diintegrasikan dari hulu hingga hilir. Ia mencontohkan seperti halnya di sektor pangan, ada PT Indofood yang dari hulu hingga hilir terintegrasi. Hal itu membuat produk jadi berupa mie instan harganya ekonomis.

“Krakatau Steel jangan terlalu nyaman bermain di hilir saja. Contoh saja Indomie yang punya bogasari di hulu nya, bahkan hingga shipping nya dia tangani sendiri. Itulah yang membuat harga Indomie murah, hanya Rp3.000 per bungkus,” pungkasnya. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Suroto Bantah KDKMP Jadi Penyebab Alfamart dan Indomaret Tutup
EKONOMI

Suroto Bantah KDKMP Jadi Penyebab Alfamart dan Indomaret Tutup

Jakarta, Hotfokus.com Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto, membantah isu yang...

NASIONAL

Bea Cukai dan BAIS TNI Bongkar Pita Cukai Palsu Rp570 Miliar, Puskepi: Presiden Harus Beri Perhatian Serius

Jakarta, hotfokus.com Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, mengapresiasi keberhasilan...

NASIONAL

Mainkan ‘Piring’ Rakyat, Pemerintah Bakal Sikat Mafia Pangan

Jakarta, hotfokus.com Ditengarai memainkan ‘isi piring’ rakyat, pemerintah bakal menertibkan dan menyikat...

Bea Cukai dan BAIS TNI bongkar sindikat pita cukai ilegal di Jepara-Semarang, selamatkan potensi kerugian negara Rp570 miliar.
NASIONAL

Bea Cukai Bongkar Sindikat Pita Cukai Ilegal, Negara Selamat dari Kerugian Rp570 Miliar

Jakarta, hotfokus.com Aksi sindikat pita cukai ilegal di Jawa Tengah akhirnya terbongkar....