Jakarta, hotfokus.com
Pemerintah Indonesia dan China memperkuat kolaborasi di sektor perikanan dan maritim berbasis koperasi. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan SCO‑ETEC (Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center) di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjelaskan kerja sama ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan bilateral antara Prabowo Subianto dan Xi Jinping pada 2025.
“Kami akan fokus untuk mengembangkan potensi perikanan dan kelautan di Indonesia melalui koperasi,” ujar Ferry.
Melalui kerja sama ini, SCO-ETEC akan mendukung pengembangan berbagai infrastruktur penting bagi koperasi nelayan. Dukungan tersebut mencakup pembangunan pabrik es, cold storage, galangan kapal hingga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mini bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurut Ferry, sektor perikanan memiliki peran strategis bagi ketahanan pangan nasional sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kerja sama ini diharapkan meningkatkan kapasitas perikanan dan mengurangi kemiskinan nelayan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya transfer teknologi dan akses pasar agar koperasi memiliki daya saing lebih kuat. Dengan dukungan investasi dan teknologi dari China, pemerintah berharap program koperasi dapat berkembang lebih cepat.
Ketua Umum SCO-ETEC, Yang Zijun, menyatakan pihaknya siap mendukung berbagai program pemerintah Indonesia, termasuk target pengembangan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Kebijakan yang sangat merakyat ini membuat kami penuh kepercayaan pada masa depan Indonesia,” ujar Yang. (DIN/GIT)
Leave a comment