Home NASIONAL Ekspor Produk Non Migas Diyakini Bisa Naik Di Atas 7 Persen Tahun Ini
NASIONAL

Ekspor Produk Non Migas Diyakini Bisa Naik Di Atas 7 Persen Tahun Ini

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Kementerian Perdagangan (Kemendag) awalnya menargetkan pertumbuhan ekspor produk non migas tahun 2021 ini naik sebesar 6,3 persen. Namun dengan melihat realisasi di tahun 2020 yang cukup impresif, maka diyakini angka peningkatan ekspor produk non migas tahun ini bisa mencapai 7,86 persen.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menjelaskan tahun 2020 lalu pihaknya menargetkan angka ekspor produk migas sebesar USD163,05 miliar. Namun dalam realisasinya kinerja ekspor non migas mencapai USD154,99 miliar. Capaian ini hampir mendekati target atau setara 95,06 persen.

“Ekspor non migas kita telah ditetapkan targetnya sebesar 6,3 persen (kenaikan). Namun itu semua suksesnya vaknisasi bukan hanya di Indonesia tetapi juga di negara mitra-mitra dagang kita,” kata Muhammad Lutfi dalam pernyataannya, Jumat, (29/1/2020).

Untuk mencapai target itu, Kemendag akan berupaya maksimal agar peningkatan penjualan produk khususnya di tiga negara utama yaitu ke China, Amerika Serikat (AS) dan ke Jepang. Ke China ditargetkan ekspor bisa tumbuh 10,99 persen. Berkaca dari tahun lalu realisasi ekspor ke China mencapai USD29,93 juta atau melebihi target sebesar USD27,71 juta. Adapun produk andalan yang diekspor ke China yaitu CPO dan turunannya, pulp, produk besi dan baja serta lainnya.

Kemudian ke AS, Lutfi menyatakan dirinya berharap perdagangan dengan negeri Paman Sam ini bisa tumbuh 8,16 persen tahun ini. Tahun 2020 lalu, angka penjualan produk non migas ke AS sebesar USD18,62 juta atau melebihi target yang ditetapkan sebesar USD18,60 juta. Komoditas utama yang diekspor ke AS yaitu udang, elektronika, turunan CPO, ban dan lainnya.

Selanjutnya ekspor ke Jepang diharapkan tahun ini bisa naik sebesar 7,50 persen dibandingkan tahun lalu. Dijelaskan Lutfi bahwa tahun 2020 angka penjualan produk non migas ke Jepang mencapai USD12,88 juta sementara targetnya USD14,46 juta.

“Untuk ekspor non migas kita berharap bisa menggenjot penetrasi pasar dengan mitra dagang kita seperti ke RRT, AS dan Jepang. Mudah – mudahan ini bisa tercapai,” pungkasnya. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Kredit Perumahan Digenjot, Plafon Bisa Naik Jadi Rp50 Triliun
NASIONAL

Kredit Perumahan Digenjot, Plafon Bisa Naik Jadi Rp 50 Triliun

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai menggeber pembiayaan perumahan agar Program 3 Juta Rumah...

Jelang Akhir Tahun, Pemerintah Pasang Jurus Jaga Daya Beli dan Harga Pangan
NASIONAL

Jelang Akhir Tahun, Pemerintah Pasang Jurus Jaga Daya Beli dan Harga Pangan

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai memasang strategi menghadapi tekanan ekonomi menjelang akhir 2026....

Komjen Dedi Prasetyo Pimpin BRAN, Koalisi Sipil Soroti Sekuritisasi Reforma Agraria
NASIONAL

Komjen Dedi Prasetyo Pimpin BRAN, Koalisi Sipil Soroti Sekuritisasi Reforma Agraria

Jakarta, Hotfokus.com Pelantikan Komisaris Jenderal (Komjen) Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma...

Kredibilitas Fiskal Tak Cuma Angka APBN, Juga Kualitas Kebijakan
NASIONAL

Kredibilitas Fiskal Tak Cuma Angka APBN, Juga Kualitas Kebijakan

Jakarta, hotfokus.com Kredibilitas fiskal tidak hanya ditentukan angka-angka di APBN, tapi juga...