Home NASIONAL CITA Sambut Baik Tentang Pemangkasan Pajak UMKM
NASIONAL

CITA Sambut Baik Tentang Pemangkasan Pajak UMKM

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, mengapresiasi rencana pemerintah yang akan memberlakukan kebijakan pemangkasan pajak UMKM dari 1 persen menjadi 0,5 persen. Menurutnya kebijakan itu akan mematahkan tudingan bahwa pemerintah selama ini menjadikan UMKM menjadi sasaran empuk penarikan pajak pemerintah.

Hal lain yang patut diapresiasi adalah wacana pelaku UKM yang mengalami kerugian yang akan diperlakukan secara fair dalam hal perpajakan yaitu dengan adanya opsi untuk memenuhi kewajiban pajak menggunakan basis laba bersih, bukan tarif final atas peredaran usaha (omset). Dengan demikian, apabila wajib pajak mengalami kerugian, mereka tidak akan membayar pajak sehingga tidak membebani.

“Penurunan tarif ini menunjukkan keberpihakan Pemerintah terhadap pelaku UKM sekaligus menepis tuduhan bahwa pelaku UKM akan dijadikan sasaran pemungutan pajak, ini juga sekaligus menjawab penantian para pelaku e – commerce yang berharap adanya insentif di fase pertumbuhan ini,” kata Yustinus dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (20/3).

Wacana menetapkan ambang batas sebesar Rp4,8 miliar yang bakal terkena kebijakan itu juga dinilai akan memudahkan wajib pajak dan fiskus. Dia yakin paska aturan itu ditetapkan, nantinya akan semakin banyak wajib pajak khususnya dari pelaku UMKM mau membayar pajak.

“Keberpihakan ini perlu diimplementasikan secara konsisten agar manfaatnya dirasakan oleh para pelaku, mendorong perkembangan bisnis dan pertumbuhan usaha, dan pada gilirannya meningkatkan kontribusi pajak bagi negara,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yustinus mengatakan, peran pemerintah untuk mendorong peningkatan tax ratio dan mendorong pertumbuhan UMKM tidak cukup sampai disitu. Selanjutnya pemerintah harus segera membuat pedoman teknis yang lebih jelas mengenai jangka waktu wajib pajak dapat menggunakan skema ini. Kebijakan ini harus bersifat transisional.

“Kami juga mendorong Pemerintah meningkatkan koordinasi dan integrasi kebijakan dan insentif agar dampaknya semakin dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.(AY)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Penyaluran BBM Khusus Rp15 Ribu/Liter Buat Kapal 30-200 GT. Apa Saja Syaratnya?
NASIONAL

Penyaluran BBM Khusus Rp15 Ribu/Liter Buat Kapal 30-200 GT. Apa Saja Syaratnya?

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah tengah menyiapkan skema penyaluran solar dengan harga khusus Rp15...

Harga BBM Nelayan Turun, Prabowo Tetapkan Solar Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter
NASIONAL

Harga BBM Nelayan Turun, Prabowo Tetapkan Solar Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter

Jakarta, hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) bagi...

Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Berawal dari Warga Kelaparan
NASIONAL

Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Berawal dari Warga Kelaparan

Jakarta, Hotfokus.com Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ide pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih...

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional
NASIONAL

Unpad Buka Kampus Pascasarjana di Jakarta, Ferry: Perkuat SDM Profesional

Jakarta, Hotfokus.com Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi menghadirkan Kampus Pascasarjana di Jakarta untuk...