Home EKONOMI CIPS: Literasi Keuangan Daring Perlu Digencarkan
EKONOMI

CIPS: Literasi Keuangan Daring Perlu Digencarkan

Share
cips literasi keuangan daring perlu digencarkan
cips literasi keuangan daring perlu digencarkan
Share

Jakarta, hotfokus.com

Pemerintah dinilai perlu lebih menggencarkan sosialisasi tentang literasi keuangan daring kepada berbagai kalangan masyarakat untuk meningkatkan potensi perekonomian dari e-commerce serta mengingat pengguna internet di Indonesia sudah dominan di Nusantara.

“Pemerintah perlu perkuat sosialisasi terkait literasi keuangan daring di Indonesia. Dengan meningkatnya literasi keuangan daring masyarakat, potensi perdagangan elektronik bisa ditingkatkan,” kata peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (07/6/2019).

Menurut Galuh Octania, perdagangan elektronik masih memiliki hambatan dalam penerapannya di Tanah Air, antara lain masih kurangnya literasi keuangan daring di masyarakat.

Padahal, lanjutnya, transaksi keuangan daring memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah efisiensi pemangkasan waktu transaksi yang dapat berimbas pada peningkatan pelayanan.

Selain itu, ujar dia, transaksi keuangan digital diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi jumlah uang beredar yang akan mempengaruhi tingkat inflasi.

Sebelumnya, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat jumlah pengguna Internet di Tanah Air pada 2018 mencapai 171 juta orang dari total penduduk Indonesia sebanyak 264 juta jiwa.

Dengan demikian, menurut APJII dalam paparannya pada Rabu (15/5) malam, penetrasi Internet di Indonesia pada tahun lalu sebesar 64,8 persen.

Hasil tersebut didapat dari survei penetrasi dan profil pengguna Internet yang dilakukan pada periode 9 Maret – 14 April 2019 terhadap 5.900 responden, yang menggunakan Internet selama minimal empat bulan dari waktu pengumpulan data.

Melalui survei itu, APJII juga mencatat pertumbuhan pengguna Internet sebanyak 27,9 juta atau 10,12 persen dalam setahun. Berdasarkan data di lapangan, Jawa masih menjadi penyumbang terbesar pengguna Internet, sebanyak 55 persen, disusul Sumatera 21 persen.

Koperasi KSS Sukses Tembus Pasar Cokelat Dunia

Kemudian, persentase pengguna Internet di Kalimantan mencapai 9 persen, sementara Bali dan Nusa Tenggara 5 persen. Lalu, Sulawesi-Maluku-Papua berkontribusi 10 persen dari total seluruh pengguna Internet di Indonesia.(ert)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja
EKONOMI

Menperin Baru: Industri, Motor Ekonomi & Serap Tenaga Kerja

Jakarta, hotfokus.com Sektor industri menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan...

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya
EKONOMI

Penempatan Manajer KDKMP Bikin Heboh, Kemenkop Buka Fakta di Baliknya

Jakarta, Hotfokus.com Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tengah menjadi sorotan...

EKONOMI

Perpres Ditandatangani, KDKMP Jadi Simpul Distribusi Barang Bersubsidi

Jakarta, Hotfokus.com Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)...

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor
EKONOMI

3 Jurus Buat Pacu Pertumbuhan Ekonomi. Investasi, Produktivitas dan Ekspor

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah masih mengantisipasi ketidakpastian masalah terkait energi dan logistik akibat...