Bandung, hotfokus.com
Center Economics and Development Studies Universitas Padjadjaran (CEDS Unpad) mengungkap tingkat persaingan usaha di Indonesia pada 2023 sedikit meningkat. Ini terlihat dari Indeks Persaingan Usaha (IPU) 2023 lalu naik 0,04 dibanding tahun sebelumnya, dari 4,87 menjadi 4,91.
“Meningkatnya IPU ini menggambarkan kondisi iklim persaingan usaha di Indonesia dan kinerja daya saing sedikit meningkat di tengah situasi ekonomi global saat ini,” papar Prof Maman Setiawan dari CEDS Unpad, seperti dikutip laman Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kamis (11/1/2024). Acara ini diikuti perwakilan Anggota KPPU periode 2024-2029, Bappenas dan tim pemenangan Capres/Cawapres 2024.
Selama beberapa tahun terakhir, CEDS melakukan pengukuran IPU Indonesia dengan berbagai dimensi berupa structure-conduct-performance (SCP), dimensi regulasi, dimensi penawaran, dimensi permintaan, dan dimensi kelembagaan. Indeks tersebut diukur melalui survei terhadap 34 provinsi dan 15 sektor ekonomi dengan responden yang mewakili berbagai institusi pemangku kepentingan seperti Kadin, akademisi, Bank Indonesia dan Disperindag Provinsi.
Disebutkan, setiap dimensi memiliki indikator terkait untuk menjelaskan masing-masing dimensi tersebut. Pengukuran ini didapatkan melalui penggunaan beberapa konsep seperti SCP (dynamic), contestable market hypotesis, quite-life hypotesis, efficient-structure hypotesis, dan new empirical industrial organization (NEIO) yang dilakukan di tiap provinsi untuk melihat ekonomi per daerah.
Berdasarkan kajian IPU tersebut, ditemukan bahwa tiga sektor memiliki tingkat persaingan usaha terendah, seperti pengadaan listrik dan gas, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang serta pertambangan dan penggalian.
Bahkan sektor pengadaan listrik dan gas, serta pengadaan air dan pengelolaan sampah mengalami penurunan indeks atau stagnan dibanding tahun lalu. Sedangkan tiga sektor dengan persaingan usaha tertinggi ada pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor serta jasa keuangan dan asuransi.
Untuk itu, CEDS Unpad merekomendasikan, diantaranya KPPU dan pemerintah untuk mempertahankan kinerja IPU pada dimensi yang mengalami peningkatan skor indeks, seperti dimensi perilaku, kinerja, regulasi, dan penawaran. Juga mengevaluasi dan meningkatkan kinerja IPU pada dimensi yang skor indeks nya turun, yaitu dimensi struktur, permintaan dan kelembagaan.
Selain itu mempertahankan dan meningkatkan kinerja sektor yang skor indeksnya meningkat.
Anggota KPPU Periode 2024–2029, M. Fanshurullah Asa menyambut baik hasil IPU untuk meningkatkan pengawasan KPPU atas sektor yang mengalami penurunan indeks.
Sedangkan Direktur Perdagangan, Investasi dan Kerjasama Ekonomi Internasional Bappenas, P.N. Laksmi Kusumawati, mengatakan bahwa persaingan usaha memang masih terkonsentrasi di wilayah Barat Indonesia. Hasil indeks yang dihasilkan sejalan dengan hasil indikator lain yang ada. Misalnya trade freedom yang menunjukkan masih adanya permasalahan hambatan perdagangan di Indonesia. (bi)
Leave a comment