KARAWANG, Hotfokus.com
Ada yang berubah di Desa Pasirtanjung, Kabupaten Karawang. Jerami sisa panen yang sebelumnya kerap berakhir dengan pembakaran kini masuk ke dalam rantai ekonomi sirkular dan menghasilkan manfaat ekonomi bagi warga.
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat melalui Fuel Terminal Cikampek mengembangkan perubahan tersebut lewat Program Desa Energi Berdikari Prakarsa Bagja Juara sejak 2022.
Program ini lahir dari sejumlah persoalan warga. Selain pembakaran sekitar 2.450 ton jerami per tahun, masyarakat menghadapi masalah sampah, akses air bersih, dan kerentanan ekonomi.

Pertamina kemudian mengembangkan Bank Jerami. Warga mengumpulkan jerami untuk budidaya jamur, lalu memanfaatkan sisa media tanam sebagai bahan kompos.
Langkah itu kini mengelola 673,9 ton jerami setiap tahun. Bersamaan dengan itu, warga mengolah 45,72 ton sampah organik dan 46,04 ton sampah anorganik.
Hasilnya bukan cuma soal lingkungan. Pengelolaan tersebut berkontribusi terhadap penurunan emisi hingga 33.742,9 ton CO₂e.

Pendapatan Warga Melonjak 233%
Program tersebut juga membawa perubahan langsung bagi masyarakat. Sebanyak 174 kepala keluarga memperoleh akses air bersih, sedangkan 29 orang berhasil keluar dari ketergantungan pada Bank Emok.
Yang paling mencuri perhatian datang dari sisi ekonomi. Pendapatan masyarakat melonjak 233 persen, dari rata-rata sekitar Rp600 ribu menjadi Rp1,95 juta per bulan.
Bank JEKS yang menggabungkan Jerami, Eceng Gondok, Keong, dan Sampah Organik juga menghasilkan pendapatan lebih dari Rp11 juta. Ekosistem ini menciptakan penghematan komunal dan rumah tangga sekitar Rp13 juta setiap bulan.
Pertamina juga memasukkan energi terbarukan dalam pengembangan desa. PLTS 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh mendukung sejumlah kegiatan, sedangkan limbah dapur pesantren menjadi bahan baku biogas untuk memasak.
Endang Sutisna, Local Hero Prakarsa Bagja Juara, melihat program ini sebagai cara mengubah persoalan menjadi peluang.
“Program Prakarsa Bagja Juara membantu masyarakat mengembangkan potensi yang ada di desa menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Endang.
Reno Fri Daryanto dari Pertamina Patra Niaga mengatakan perusahaan menghubungkan aspek lingkungan, sosial, ekonomi, hingga energi terbarukan.
“Hingga kini, Prakarsa Bagja Juara telah memberikan dampak kepada 893 individu,” kata Reno.
Program tersebut juga melibatkan 12 kelembagaan lokal dan telah direplikasi di 10 wilayah sekitar Karawang. (*)
Leave a comment