Home EKONOMI Atasi Deindustrialisasi, KemenKopUKM Ajak DPD RI Bangun Industri Berbasis Koperasi
EKONOMI

Atasi Deindustrialisasi, KemenKopUKM Ajak DPD RI Bangun Industri Berbasis Koperasi

Share
Share

Jakarta, hotfokus.com

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengajak Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) untuk mendukung program pembangunan industri skala menengah berbasis koperasi, melalui program Pabrik Minyak Makan Merah dan Pembangunan Rumah Produksi Bersama (RPB).

Teten menyatakan bahwa program pembangunan industri berskala menengah berbasis koperasi ini penting dilakukan untuk menjadi solusi dari problematika deindustrialisasi. Hal ini ditunjukkan dengan kontribusi industri terhadap ekonomi terus menurun hingga saat ini hanya sebesar 18 persen.

“Ketika industri terus menurun lapangan kerja sedikit, jumlah UMKM berpotensi semakin banyak, utamanya usaha mikro. Maka ini akan jadi beban bagi UMKM artinya akan semakin tinggi persaingannya,” kata Teten Masduki di Jakarta, Rabu (3/4/2024).

Teten menambahkan bahwa saat ini 97 persen lapangan kerja disediakan oleh pelaku UMKM dimana 90 persennya ada di usaha mikro sektor informal tidak produktif. Untuk itu diperlukan upaya bersama untuk melahirkan ekonomi baru yang bisa menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Saat ini KemenKopUKM sedang membangun industri skala menengah berbasis koperasi seperti pabrik minyak makan merah di Sumatera Utara. Pabrik ini mampu mengolah CPO hasil dari petani dan anggota koperasi untuk diolah menjadi minyak.

“Pabrik minyak makan merah ini akan memperkuat perekonomian rakyat, jadi para petani sawit tidak hanya menjual TBS (Tandan Buah Segar) kepada industri yang harganya lebih sering tidak stabil sehingga mereka justru selalu dirugikan,” ucapnya.

Sedangkan untuk Rumah Produksi Bersama, pihaknya telah membangun di 8 lokasi pada 2023 dengan berbagai komoditas unggulan, di antaranya komoditas cokelat di Jembrana Bali, kulit di Garut, dan garam di Pangkep. Di tahun ini ditargetkan akan terbangun RPB lagi di tujuh wilayah di Indonesia.

“Harapannya komoditas unggulan di daerah dapat diproses menjadi barang yang memiliki nilai tambah dan akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat hingga terhubung ke dalam rantai pasok industri atau supply chain,” kata Teten.

Sementara itu Wakil Ketua Komite IV DPD RI Elviana mengatakan, pihaknya mengapresiasi program dan kinerja KemenKopUKM di tahun 2023, dan siap mendukung program strategis di tahun 2024.

“Kami akan mendukung dan bersinergi dengan KemenKopUKM dalam melakukan sosialisasi dan implementasi program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM di daerah. Karena seperti kita ketahui UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional,” kata Elviana. (DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Jelang Operasionalisasi, Verval KDKMP Ditargetkan Kelar 20 September 2026
EKONOMI

Jelang Operasionalisasi, Verval KDKMP Ditargetkan Kelar 20 September 2026

Jakarta, Hotfokus.com Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan percepatan verifikasi dan validasi (verval) Koperasi...

Pengelola Kawasan Industri Diminta Lengkapi Izin Usaha
EKONOMI

Pengelola Kawasan Industri Diminta Lengkapi Izin Usaha

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta para pengelola kawasan industri yang belum...

Luruskan Isu Dana Rp103 Miliar Untuk Podcast, Menkop : Itu Tidak Benar
EKONOMI

Luruskan Isu Dana Rp103 Miliar Untuk Podcast, Menkop : Itu Tidak Benar

Jakarta, Hotfokus.com Berita yang viral terkait dengan alokasi anggaran sebesar Rp103 miliar...

Fokus Perkuat Koperasi, Pagu Anggaran Kemenkop 2027 Rp742,88 Miliar
EKONOMI

Fokus Perkuat Koperasi, Pagu Anggaran Kemenkop 2027 Rp742,88 Miliar

Jakarta, hotfokus.com Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa anggaran Kementerian Koperasi...