BOGOR — Indonesia sedang terancam rencana pencabutan bebas bea masuk ke Amerika Serikat. Presiden Amerika Donald Trum beralasan, kebijakan GSP (Generalized System of Preferences) itu menyebabkan defisit perdagangan negara tersebut dengan Indonesia.
Menyikapi ancaman Amerika Serikat, pemerintah akan menebar jurus lobi melalui peningkatan komunikasi dengan Negeri Paman Sam. “Komunikasi akan terus berjalan dengan Pemerintah AS, pemerintah akan melakukan sosialisasi terhadap produk-produk yang masih dalam lingkup GSP,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (9/7/18) siang, dikutip dari rilis Humas Sekretariat Negara, Selasa (10/7/18).
Bagi Amerika, menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Indonesia menduduki ranking 17. Lagi pula berdasarkan progresi ekspor-impor, bagi Indonesia rencana Amerika bukan merupakan ancaman yang besar. Meski begitu Indonesia tetap akan berupaya meningkatkan komunikasi.
Dijelaskan pula, Amerika biasa me-review kebijakan GSP-nya kepada semua negara. Tahun ini Indonesia termasuk negara yang di-review.
“Kita akan melakukan kajian, ada beberapa yang akan dibahas,” kata Airlangga.
Di luar itu Indonesia telah melakukan antisipasi dengan mengeluarkan regulasi yang diharapkan membuat investasi ke dalam negeri jauh lebih menarik. “Jadi beberapa barrier itu sedang dibahas untuk bisa dibuatkan regulasinya, karena beberapa barrier itu terkait dengan peraturan yang sudah dikeluarkan mungkin sebelum masa Presien Jokowi. Jadi sedang di-review,” ungkap Airlangga. (kn)
Leave a comment