Home EKONOMI Ini Bukti Kedaulatan Pangan Belum Terwujud
EKONOMI

Ini Bukti Kedaulatan Pangan Belum Terwujud

Share
Share

YOGYAKARTA — Kedaulatan pangan belum terwujud. Indikatornya, pemerintah masih sering mengimpor bahan pangan dari luar negeri.

Wakil Ketua Komite II DPD RI Aji Mirza, mengatakan bahwa impor bahan pangan oleh Indonesia masih relatif tinggi. Menurutnya pada awal tahun 2018 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan impor beras. Padahal Indonesia memiliki potensi besar dalam mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.

“Terkait beberapa kebijakan akhir-akhir ini seperti impor, kita menginisiasi RUU ini. Kita berharap Indonesia dengan negara seluas ini, potensi laut yang besar, dan pertanian yang besar, RUU ini dapat mendorong setiap daerah bisa punya inisiatif dalam mengupayakan kedaulatan pangan di negara ini,” ucap Aji Mirza di ruang pertemuan Pemprov DI Yogyakarta, Senin (9/4).

Rilis media Sekretariat Jenderal DPD RI menerangkan, Komite II mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta untuk menginventarisasi permasalahan dalam rangka penyusunan RUU Kedaulatan Pangan dan RUU Pelestarian dan Pemanfaatan dan Sumber Daya Genetik (SDG). Salah satu tujuan dari penyusunan RUU tersebut adalah untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat dan tidak bergantung pada impor pangan dari luar negeri.

Menurut Aji Mirza, RUU Kedaulatan Pangan juga akan melindungi lahan-lahan untuk produksi pangan agar tidak mengalami alih fungsi. Saat ini banyak lahan-lahan pangan yang beralih fungsi untuk kepentingan industri atau perkotaan akibat perkembangan ekonomi.

“Pertambahan penduduk membuat lahan kita berkurang. Dan hasil produksi pertanian kita tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Kalau kita tidak ada upaya yang jelas terkait hal ini, justru impor yang makin besar,” ucap senator Kalimantan Timur yang juga mewakili Kalimantan Utara ini.

Sementara itu, Senator dari DI Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, konsep satu lumbung satu desa dianggap dapat mewujudkan kedaulatan pangan. Dimana kedaulatan pangan dapat diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan pangan yang dimulai dari desa. Terkait pengembangan SDG, GKR Hemas menjelaskan bahwa Provinsi DI Yogyakarta telah melakukan penelitian dan pengembangan dan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Yogyakarta.

“Ada beberapa hal yang sudah disampaikan bahwa sebetulnya untuk genetik kita sudah banyak melakukan penelitian dengan kampus dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Seperti Kulonprogo sudah punya air bersih sendiri,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Pemprov DI Yogyakarta Gatot Saptadi berharap agar RUU Kedaulatan Pangan tidak hanya melihat pada ketersediaan dan konsumsi, tetapi juga distribusi. Tujuannya agar pemenuhan pangan dapat merata dan melindungi petani di setiap daerah.

“Konsep kedaulatan pangan tidak hanya melihat pada ketersediaan dan konsumsi, tapi juga tata kelola dan distribusinya. Kami menunggu UU ini bisa terbit dan bisa diterapkan di daerah,” ucapnya. (kn)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Karhutla Kalimantan Makin Meluas, Pertamina Hulu Turunkan Pasukan Pemadam
EKONOMIPERTAMINA

Karhutla Kalimantan Makin Meluas, Pertamina Hulu Turunkan Pasukan Pemadam

Jakarta, Hotfokus.com Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperkuat respons menghadapi kebakaran hutan dan...

EKONOMI

Rekening Nasabah Mandiri Diblokir, YLKI : Gerus Hak Konsumen

Jakarta, hotfokus.com Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti kasus pemblokiran rekening nasabah...

EKONOMI

Perkuat Produk Koperasi dan UMKM, Festival Mbois Digelar Di Stadion Tertua

Malang, hotfokus.com Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono membuka Festival Mbois 11 di...

Penguatan Sektor Prioritas & Strategis Pacu Pertumbuhan Ekonomi
EKONOMI

Penguatan Sektor Prioritas & Strategis Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah percepat penguatan sektor prioritas dan strategis untuk memacu pertumbuhan...