JAKARTA TIMUR — Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyematkan tanda kehormatan Bintang Kartika Eka Paksi Utama dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada Kepala Polri Jenderal M Tito Karnavian, Rabu (14/3/2018).
Upacara penyematan tanda kehormatan digelar di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
“Tujuan pemberian tanda kehormatan ini adalah TNI memberikan penghargaan atas kerja sama yang terjalin antara TNI-Polri. Sehingga ke depannya TNI-Polri bisa melaksanakan tugas pokoknya dengan baik,” kata Hadi di Gedung Soedirman.
Hadi mengatakan, salah satu bentuk kerja sama yang telah terjalin adalah pengungkapan upaya penyelundupan satu ton sabu di selat Philips, Batam pada awal Februari lalu. Dalam operasi tersebut, terjalin pula kerja sama antara TNI, BNN, Polri dan Bea Cukai.
“Menangkap satu ton sabu beberapa waktu lalu di selat Philips, sebagai salah satu bentuk kerja sama dalam melaksanakan tugas pokok yang baik antara TNI-Polri,” ujar Hadi.
Lambang Kartika Eka Pasti terdiri dari Garuda, yang mengartikan kekuatan dan kesanggupan mencapai cita-cita prajurit. Lalu, 10 helai bulu sayap sebagai bulan bersejarah bagi TNI Angkatan Darat. Tujuh bulu pada ekor yang berarti Sapta Marga.
Bintang sudut lima, sebagai bentuk kesejatian dan tujuan tertinggi yaitu keprajuritan sejati yang dijiwai oleh Pancasila sebagai dasar negara serta falsafah hidup bangsa.
Kombinasi Gambar Bintang Sudut Lima dan Garuda memiliki makna Kesanggupan, kerelaan, dan ketetapan hati setiap prajurit Indonesia untuk mempertahankan tanah air sampai titik darah penghabisan.
Kartika yang berarti Bintang, Eka yakni Satu dan Paksi adalah Burung. Dengan demikian, Kartika Eka Paksi adalah Burung gagah perkasa tanpa tanding menjunjung cita-cita tinggi, TNI Angkatan Darat yang kuat senantiasa menjunjung cita-cita yang tinggi, yaitu keluhuran nusa dan bangsa serta keprajuritan sejati. (kn)
Leave a comment