Jakarta, Hotfokus.com
Keberhasilan sebuah usaha kecil ternyata bisa membawa perubahan bagi banyak orang. Hal itu terlihat dari perjalanan tiga UMKM mitra binaan PT Pertamina (Persero) yang mampu memperluas bisnis sekaligus memberikan kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Salah satunya Citra Blacu, bisnis kerajinan yang dikembangkan Retno di Jawa Tengah sejak 2004. Usaha yang awalnya mengandalkan kain blacu tersebut kini menghasilkan beragam produk, mulai dari aksesori fesyen, perlengkapan dekorasi rumah hingga suvenir berbahan sisa kain.
Bantuan permodalan dan dukungan pemasaran Pertamina turut mendorong perkembangan bisnisnya. Bahkan, Retno berhasil memiliki workshop sendiri yang sekaligus menjadi tempat berbagi keterampilan bagi masyarakat dan pelajar.

“Dari pinjaman itu saya bisa membangun workshop sendiri. Di sana juga bisa digunakan untuk pelatihan, bahkan pernah sampai 40 siswa ikut belajar,” tuturnya.
Peluang menembus pasar global juga berhasil dimanfaatkan Artistica Jewelry. Produsen perhiasan asal Surabaya yang didirikan Stefanus tersebut kini memasarkan produknya ke lebih dari 10 negara.
Pendampingan Pertamina membantu usaha ini membaca peluang konsumen domestik melalui produk cincin pernikahan berbahan perak. Artistica Jewelry bahkan mencatat pencapaian sebagai produsen perhiasan pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikasi halal dari BPJPH.

Di Nusa Tenggara Barat, Lombok Mulya Craft juga membuktikan pentingnya akses pasar bagi keberlangsungan usaha. Bisnis kerajinan mutiara dan suvenir milik Mulyadi ini sempat kehilangan banyak pesanan ketika pandemi melumpuhkan sektor pariwisata.
Namun, kesempatan menjadi penyedia suvenir World Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika pada 2021 menjadi titik balik kebangkitan usaha tersebut.
“Pesanan itu membuat kami kembali berproduksi. Dampaknya tidak hanya untuk usaha kami, tetapi juga bagi para perajin yang terlibat,” kata Mulyadi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa perluasan akses pasar menjadi salah satu fokus pembinaan perusahaan terhadap UMKM.
Menurutnya, pelatihan, bantuan modal, pendampingan, dan promosi dapat memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam menghadapi persaingan.
“Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, permodalan, dan akses pasar yang berkelanjutan menjadi bekal bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, memperluas peluang usaha, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Baron.
Pertumbuhan ketiga UMKM tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan usaha kecil memiliki dampak yang melampaui keuntungan bisnis. Ketika pasar semakin luas, perajin, pekerja, dan keluarga di sekitar usaha turut memperoleh kesempatan meningkatkan kesejahteraan. (*)
Leave a comment