Jakarta, Hotfokus.com
Investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Tak hanya menggerakkan modal usaha, capaian ini juga membuka peluang kerja bagi 1.448.000 orang dalam enam bulan pertama tahun ini.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat penyerapan tenaga kerja tersebut berasal dari proyek investasi langsung yang dijalankan investor dalam negeri maupun asing.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, menegaskan bahwa angka tersebut mencerminkan penyerapan tenaga kerja di sektor riil, bukan perekrutan pegawai pemerintah.
Bukan Pekerjaan dari Pemerintah
Penyerapan 1,448 juta tenaga kerja itu berasal dari aktivitas proyek investasi yang beroperasi di Indonesia. Dengan demikian, realisasi investasi tidak hanya mencerminkan nilai modal yang masuk, tetapi juga kontribusinya terhadap kesempatan kerja masyarakat.
BKPM mencatat penyerapan tenaga kerja berdasarkan laporan resmi perusahaan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Mekanisme tersebut memungkinkan pencatatan dilakukan secara transparan untuk setiap proyek.
“Pencatatannya dilakukan secara transparan per proyek melalui laporan resmi yang disampaikan oleh perusahaan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM berupa Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM),” ujar Nurul Ichwan, Jumat (9/10/2026).
Penyerapan Tenaga Kerja Terus Meningkat
Capaian semester pertama 2026 juga melanjutkan tren positif dalam lima tahun terakhir. Menurut Nurul, penyerapan tenaga kerja dari investasi langsung menunjukkan peningkatan konsisten dengan pertumbuhan rata-rata mencapai 22,4%.
Tren tersebut memperlihatkan peran investasi dalam mendorong aktivitas ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja. Kehadiran proyek dari investor domestik dan asing menjadi salah satu sumber penciptaan pekerjaan di sektor riil.

Dengan realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun dan penyerapan 1,448 juta tenaga kerja, perkembangan investasi pada semester I 2026 menjadi salah satu indikator penting bagi perekonomian nasional. (SA/GIT)
Leave a comment