Jakarta, Hotfokus.com
PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field berhasil mendongkrak produksi migas dari Sumur BN-38 di Lapangan Bunyu, Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Peningkatan tersebut tercapai setelah perusahaan melakukan well intervention untuk mengoptimalkan kembali potensi sumur.
Produksi minyak BN-38 yang sebelumnya hanya sekitar 8 barel melonjak menjadi 733 barel pada awal produksi setelah intervensi. Selain minyak, sumur tersebut juga menghasilkan gas sebesar 0,52 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), melampaui target awal yang hanya 0,10 MMSCFD.
Hasil tersebut tidak lepas dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan PEP Bunyu Field sebelum menentukan metode intervensi. Tim memperbarui analisis data subsurface, termasuk data saturasi log, untuk memetakan kembali potensi hidrokarbon yang masih tersimpan di dalam sumur.
Senior Manager Bunyu Field Ruri Heriandi menjelaskan, evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan langkah teknis yang paling sesuai. Salah satunya melalui water shut off dengan mengisolasi sekaligus melakukan penyemenan pada interval yang menghasilkan air.
Tim juga melakukan perforasi pada lapisan top sand untuk meningkatkan produksi minyak sekaligus menekan potensi masuknya air ke dalam sumur.

“Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi intervensi yang tepat, termasuk penerapan water shut off dengan mengisolasi dan melakukan penyemenan pada interval yang terindikasi menghasilkan air, serta melakukan perforasi pada lapisan top sand untuk mengoptimalkan produksi minyak sekaligus meminimalkan masuknya air,” jelas Ruri.
Dari hasil evaluasi, PEP Bunyu Field menemukan bahwa interval J-72 masih memiliki potensi hidrokarbon yang belum termanfaatkan secara optimal. Perusahaan kemudian membuka kembali interval tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi.
“Alhamdulillah, hasil awalnya menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dan semoga bisa bertahan dalam waktu yang panjang,” imbuh Ruri.
General Manager Zona 10 Darmapala mengatakan, keberhasilan intervensi BN-38 memperlihatkan peluang besar dari optimalisasi aset migas yang sudah tersedia. Menurutnya, perusahaan terus memanfaatkan inovasi dan teknologi untuk menjaga produktivitas sumur.
“Keberhasilan well intervention di Sumur BN-38 menunjukkan bahwa optimalisasi aset eksisting dapat memberikan tambahan produksi yang berarti. Upaya seperti ini akan terus kami dorong untuk mengoptimalkan potensi aset yang dimiliki Pertamina,” ujar Darmapala.
PEP Bunyu Field terus melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan reaktivasi sumur, terutama di tengah tantangan pengelolaan lapangan yang telah mature. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, recovery rate, serta memperpanjang usia produksi sumur.
PEP Bunyu Field merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan di bawah PT Pertamina Hulu Indonesia. Bersama SKK Migas, perusahaan menjalankan kegiatan hulu migas dengan mengedepankan keselamatan, efisiensi, keandalan, kepatuhan, dan prinsip lingkungan serta ESG untuk menjaga keberlanjutan produksi migas dan mendukung ketahanan energi nasional. (***)
Leave a comment