Jakarta, Hotfokus.com
Stok beras nasional kini berada di kisaran 25–26 juta ton. Dengan kebutuhan sekitar 2,5–2,6 juta ton per bulan, pemerintah menilai pasokan pangan nasional, khususnya beras, masih aman.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahkan menyebut kondisi stok tersebut membuka ruang bagi Indonesia untuk mulai mengirim beras ke luar negeri.
“Bukan saja stok kita aman, tetapi kita juga sudah mengekspor beras ke Malaysia. Ini merupakan sejarah baru bagi Republik Indonesia,” kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/9).
Bukan Cuma Malaysia, Beras RI Juga ke Palestina
Ekspor beras ke Malaysia menjadi salah satu catatan penting di tengah meningkatnya stok nasional. Pemerintah juga menyiapkan pengiriman ke sejumlah negara lain melalui Perum Bulog.
Tak hanya untuk kebutuhan perdagangan, Indonesia juga mengirim 10 ribu ton beras ke Palestina sebagai bantuan kemanusiaan.
“Termasuk Palestina, kita kirim 10 ribu ton. Ini juga menjadi salah satu kebanggaan kita, dan itu merupakan perintah Bapak Presiden,” ujar Amran.
Menurut Amran, peningkatan ketersediaan beras tidak terlepas dari berbagai program pemerintah untuk mendongkrak produksi pangan. Pemerintah membangun irigasi dan embung, mengoperasikan water pump, mengoptimalkan sawah dan rawa, hingga menjalankan program cetak sawah.
Harga Beras Naik, Tapi Stok Masih Aman
Di tengah stok yang melimpah, pemerintah tetap mencermati pergerakan harga beras. Amran mengakui harga komoditas tersebut mengalami kenaikan meski persediaan nasional masih berada dalam kondisi aman.
“Terkait harga, menurut Mendagri dalam rapat inflasi, harga beras mengalami kenaikan sedikit,” ungkapnya.
Amran menegaskan pemerintah terus menjaga ketahanan pangan di tengah tekanan global, termasuk krisis pangan, energi, dan air.
“Pangan kita, alhamdulillah, aman, khususnya beras. Ini terjadi di tengah goncangan dunia, krisis pangan, krisis energi, dan krisis air,” pungkasnya.

Ia menambahkan, berbagai tekanan tersebut juga terjadi bersamaan dengan fenomena iklim, termasuk El Niño ekstrem. Karena itu, pemerintah terus menjalankan berbagai langkah untuk menjaga produksi sekaligus memastikan ketersediaan pangan nasional. (SA/GIT)
Leave a comment