JAKARTA, Hotfokus.com
Persaingan pelaku usaha untuk mengikuti Pertamina UMK Academy 2026 cukup ketat. Dari lebih 4.290 pendaftar, hanya lebih dari 1.500 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang berhasil masuk ke tahap pembinaan regional.
Pertamina membuka tahap regional tersebut melalui kick-off yang berlangsung secara daring pada 9 September 2026. Program ini menjadi kesempatan bagi ribuan pelaku usaha terpilih untuk memperkuat kemampuan sekaligus mengembangkan bisnis mereka.
Pertamina UMK Academy hadir sebagai program pembinaan secara bertahap. Peserta mendapat kesempatan memperdalam pengelolaan usaha, memperbaiki tata kelola, mengembangkan produk, memanfaatkan teknologi, serta memperluas pasar dan jaringan bisnis.
Ribuan Pendaftar, 1.500 UMK Terpilih
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat pelaku UMK untuk mendapatkan pembinaan. Vice President CSR & SMEPP Pertamina Rudi Arifianto mengatakan lebih dari 4.290 pelaku usaha mendaftar hanya dalam waktu 11 hari.
“Dalam 11 hari, lebih dari 4.290 pelaku UMK dari hampir seluruh provinsi di Indonesia mendaftar,” ujar Rudi.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Temmy Satya Permana menilai pendampingan secara komprehensif dan berkelanjutan dapat membantu usaha lokal meningkatkan kualitas serta daya saing.
“Program pembinaan UMK diharapkan dapat mendorong para pelaku usaha untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh, mendapatkan akses pasar, serta mengembangkan skala usahanya,” ujar Temmy.
Pada fase regional, peserta akan mengikuti pembelajaran seputar pengelolaan bisnis dan memperoleh fasilitasi akses pasar. Mereka juga akan mendapat pendampingan dari fasilitator, mentor, serta akselerator yang berpengalaman.

Ada Empat Kelas untuk Tahap Nasional
Perjalanan peserta tidak berhenti di tahap regional. Pertamina akan melakukan evaluasi dan seleksi untuk menentukan pelaku UMK yang dapat melanjutkan pembinaan ke tingkat nasional.
Peserta yang berhasil lolos akan menghadapi materi lebih mendalam, praktik yang lebih menantang, serta pendampingan dengan intensitas yang meningkat.
“Peserta yang lolos ke tahap nasional akan mengikuti empat Kelas Go, yakni Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global, sesuai dengan perkembangan usahanya,” jelas Rudi.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan lebih dari 1.500 peserta terpilih menjadi bagian awal dari proses pembinaan untuk memperkuat berbagai sisi bisnis UMK.
“Pertamina berharap peserta UMK Academy 2026 dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu, memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan kualitas dan kapabilitas, membangun jejaring, serta memperluas akses pasar,” terang Baron.
Melalui program tersebut, Pertamina berharap peserta mampu berkembang menjadi pelaku usaha yang tangguh, mandiri, kreatif, adaptif, dan berdaya saing.
UMK Academy 2026 sekaligus mendukung TPB/SDGs, khususnya Tujuan 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Program ini juga sejalan dengan Asta Cita melalui penguatan kewirausahaan dan pengembangan usaha lokal agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. (*)
Leave a comment