JAKARTA, Hotfokus.com
Pemerintah Jepang segera mengirim tiga helikopter CH-47 Chinook untuk membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tiga armada tersebut akan mendukung operasi pemadaman dari udara atau water bombing. Pemerintah menargetkan helikopter mulai beroperasi pada 12 September hingga 19 September 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan tiga Chinook saat ini dalam perjalanan menuju Indonesia.
Chinook Jepang Segera Tiba di Kalbar
Menurut Tri, ketiga helikopter Jepang itu diangkut menggunakan kapal JS Kunisaki. Armada tersebut diperkirakan tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada Rabu, 9 September 2026.
Setelah tiba, pemerintah akan melakukan persiapan sistem dan flight test. Tahapan ini bertujuan memastikan kesiapan serta keselamatan penerbangan sebelum operasi berlangsung.
“Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai dengan rencana, dukungan helikopter Jepang tersebut direncanakan dapat digunakan dalam operasi pemadaman pada periode 12 sampai dengan 19 September 2026,” kata Tri dalam pernyataannya, Rabu (9/9/2026).
Namun, jadwal tersebut tetap mengikuti kondisi di lapangan. “Jadwal tersebut tentunya tetap menyesuaikan kesiapan serta perkembangan situasi yang ada di lapangan,” imbuhnya.
Pontianak Jadi Markas Operasi
Hasil koordinasi teknis menetapkan Pontianak sebagai home base penerbangan tiga Chinook Jepang.
Tim pendahulu dari Jepang juga sudah mengecek lokasi. Mereka memastikan fasilitas pendukung mampu menunjang operasi helikopter.
Jepang tidak hanya mengirim armada udara. Sekitar 180 personel juga akan dikerahkan untuk mendukung operasi tersebut.
Bukan Gantikan Armada Lama
Tri menegaskan tiga Chinook Jepang tidak datang untuk menggantikan armada yang sudah beroperasi.
Ketiga helikopter justru akan memperkuat operasi water bombing yang telah berjalan selama ini.
Kehadiran Chinook menjadi penting karena helikopter tersebut dapat menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

Selain itu, kapasitas angkut air yang besar memungkinkan helikopter melakukan pemadaman secara lebih presisi. Dengan tambahan kekuatan ini, operasi udara diharapkan mampu menjangkau titik-titik karhutla yang sulit ditangani dari darat. (SA/GIT)
Leave a comment