ACEH UTARA, Hotfokus.com
Ancaman menyempitnya habitat gajah di Cot Girek, Aceh Utara, mendorong PHE North Sumatra Offshore (PHE NSO) memperkuat program konservasi. PHE NSO menggandeng Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia (LPLHa) untuk memulihkan lahan kritis sekaligus menekan potensi konflik manusia dan gajah.
Program tersebut berlangsung di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong. Selain restorasi, PHE NSO dan LPLHa mengembangkan Biodiversity Camp Center serta menjalankan patroli dan mitigasi konflik satwa liar.
Upaya ini menyasar persoalan semakin terbatasnya ruang gerak gajah. Penyempitan kawasan hutan membuat jalur pergerakan dan area mencari pakan semakin beririsan dengan aktivitas warga.

PHE NSO Bangun Pusat Edukasi Konservasi
PHE NSO bersama pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat meresmikan Biodiversity Camp Center pada akhir Agustus 2026. Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat kegiatan edukasi, pemantauan, dan kolaborasi konservasi di lanskap Cot Girek.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, BKSDA, LPLHa, serta masyarakat sekitar ikut terlibat dalam program tersebut.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh Utara, M. Nasir, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan.
“Kawasan ini bukan sekadar menjadi habitat berbagai satwa seperti gajah dan tumbuhan, tetapi juga ruang kehidupan masyarakat di lokasi. Karena itu, keseimbangan harus dijaga bersama,” ujar M. Nasir.
Menurutnya, kolaborasi menjadi fondasi penting agar perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat.
Restorasi Libatkan Masyarakat dan Petani
PHE NSO dan LPLHa telah mengembangkan program tersebut sejak 2023. Kegiatannya mencakup patroli, mitigasi konflik manusia dengan satwa liar, pengembangan pusat biodiversitas, serta penanaman pohon.
PHE NSO melibatkan masyarakat dan petani lokal dalam kegiatan restorasi. Perusahaan juga menanam jenis pohon endemik yang dipilih untuk mendukung keanekaragaman hayati Cot Girek.
Field Manager PHE NSO Riski Kushardani mengatakan penanaman pohon menjadi bagian penting dari pemulihan ekosistem.
“Penanaman pohon merupakan langkah nyata untuk memperkuat pemulihan ekosistem dan menjaga habitat berbagai satwa di kawasan tersebut,” ujar Riski.
Pemulihan habitat diharapkan dapat membantu menjaga ruang jelajah satwa liar, termasuk gajah. Pada saat yang sama, para pihak menyusun peta jalan penyelesaian konflik manusia dan gajah sebagai pedoman pengelolaan kawasan.
“Pengelolaan keanekaragaman hayati tidak dapat hanya berfokus pada perlindungan satwa. Upaya tersebut juga harus berjalan seiring dengan perlindungan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Riski.
Dengan kolaborasi tersebut, restorasi Cot Girek tidak hanya menyasar pemulihan lahan. Program ini juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung kehidupan masyarakat sekitar.
Tentang PHE NSO
PHE North Sumatra Offshore merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1. Perusahaan menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di lepas pantai timur laut Sumatera, tepatnya Selat Malaka, Aceh.
PHE NSO memiliki basis dukungan darat di Kota Lhokseumawe. (***)
Leave a comment