Jakarta, hotfokus.com
Pemerintah mengingatkan kalangan industri dan seluruh pemangku kepentingan harus tetap waspada terhadap dinamika rantai pasok global dan gejolak nilai tukar.
“Meski indikator makro manufaktur menunjukkan pemulihan yang solid, seluruh pemangku kepentingan harus tetap waspada terhadap dinamika rantai pasok global dan fluktuasi nilai tukar,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, dalam keterangannya Selasa (4/8/2026).
Karenanya, Kemenperin terus mengawal ketersediaan bahan baku, keterjangkauan energi serta perlindungan pasar dalam negeri agar tren pemulihan ekspansif para pelaku industri ini dapat terus dipertahankan dan meningkat pada semester kedua 2026.

Ia mengungkap sektor industri manufaktur Indonesia kembali menggeliat dan memasuki zona ekspansi pada awal kuartal III-2026. Bahkan S&P Global merilis Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) Manufaktur Indonesia pada Juli 2026 berada di level 50,2 atau naik signifikan dari Juni yang hanya tercatat di posisi 46,9.
Ini menandai pemulihan operasional industri nasional yang ditopang meningkatnya kembali volume produksi (output) pertama kali sejak Februari 2026, stabilisasi pesanan baru serta tumbuhnya kembali penyerapan tenaga kerja setelah menurun selama empat bulan sebelumnya.
Febri menjelaskan pemulihan sektor industri ini semakin diperkuat kebijakan pemerintah seperti kepastian kebijakan HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu) yang menjadi penopang utama kepastian iklim usaha dan efisiensi biaya produksi industri nasional. (bi)
Leave a comment