Balikpapan, Hotfokus.com
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperluas upaya menjaga kawasan pesisir dengan menanam lebih dari 2.800 bibit mangrove selama semester pertama 2026. Program tersebut berlangsung di sejumlah titik pesisir Kalimantan dan Kepulauan Seribu.
Langkah konservasi ini menargetkan kemampuan penyerapan karbon mencapai 486,44 kg CO₂eq sepanjang 2026. Selain membantu mengikat karbon, mangrove juga berperan menjaga garis pantai, menjadi habitat biota laut, serta menopang produktivitas perikanan.
Manager Environment PHI Kemas Adrian mengatakan perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan energi dan kelestarian alam. Ia menilai rehabilitasi mangrove menjadi bagian dari komitmen menjalankan operasi hulu migas secara berkelanjutan.

“Keberlanjutan operasi migas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan energi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keseimbangan lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kemas.
PHI menggandeng pemerintah daerah, aparat, komunitas, pelajar, dan masyarakat dalam pelaksanaan konservasi. Penanaman berlangsung di sejumlah lokasi, mulai dari Pulau Pari, Pantai Lamaru Balikpapan, kawasan IKN, Teluk Lombok Kutai Timur, hingga wilayah Penajam Paser Utara.

General Manager Zona 8 Setyo Sapto Edi mengatakan kepedulian terhadap lingkungan perlu menjadi bagian dari budaya perusahaan. Ia pun mendorong pekerja untuk terus memperkuat kolaborasi dan berbagi pengalaman dalam menjaga ekosistem.
“Semoga penanaman mangrove yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekaligus menjadi inspirasi bagi kita semua,” kata Setyo.
PHI melanjutkan program konservasi berbasis masyarakat sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Upaya tersebut sekaligus mendukung perlindungan pesisir dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan. (***)
Leave a comment