Jakarta, hotfokus.com
Pemerintah terus memacu penguatan ekosistem riset dan inovasi sebagai pondasi pengembangan industri kelapa sawit berkelanjutan, memiliki nilai tambah serta daya saing.
“Implementasi mandatori biodiesel B50 merupakan contoh konkret karena riset, kebijakan, investasi dan kapasitas industri dapat disatukan untuk mencapai tujuan strategis nasional,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat saat closing remarks Pekan Riset Sawit Indonesia (Perisai), Selasa (21/7/2026).

Ia mengungkap keberhasilan B50 harus menjadi landasan untuk mengembangkan generasi hilirisasi berikutnya, antara lain green diesel, bio avtur atau sustainable aviation fuel (SAF) dengan memanfaatkan melalui used cooking oil (UCO) dan bensin sawit.
Disebutkan, produk tersebut memiliki nilai tambah lebih tinggi dan dapat memperluas basis investasi nasional di luar produk sawit konvensional.
Selain itu, besarnya kontribusi kelapa sawit tersebut perlu terus diperkuat untuk meningkatkan produktivitas, penguasaan teknologi, pengembangan produk hilir bernilai tambah serta penerapan tata kelola yang berkelanjutan.
“Karena itu, riset dan inovasi harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam transformasi industri kelapa sawit nasional,” jelas Airlangga. (bi)
Leave a comment