Jakarta, hotfokus.com
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) gandeng 11 kementerian yang memiliki lembaga vokasi untuk menyiapkan calon pekerja yang siap ditempatkan di pasar kerja internasional.
“Kami ingin menyatukan langkah lintas sektor untuk melatih calon pekerja migran yang kompeten serta siap ditempatkan di pasar kerja internasional,” kata Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, saat rakor teknis persiapan Program SMK Go Global bersama perwakilan 11 kementerian, Rabu (15/7/2026).
Ke 11 kementerian yang digandeng tersebut di antaranya Kementerian Perhubungan, Kelautan dan Perikanan (KKP), Kemendikti, Kementerian Pariwisata, Kemendikdasmen, dan Kementerian Perindustrian.
SMK Go Global ini, wamen memastikan setiap peserta yang telah mengikuti pembekalan pelatihan dapat ditempatkan bekerja di luar negeri sesuai kebutuhan pasar.
Karena itu seluruh proses, mulai dari seleksi peserta, pelatihan, sertifikasi hingga penempatan harus dirancang dengan seksama sesuai output yang diharapkan.
Christina juga ingin agar kelas vokasi yang sudah ada di 11 kementerian dapat menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar global.
Program ini mencakup delapan sektor prioritas dengan 31 jenis jabatan, seperti kesehatan, hospitality, manufaktur, transportasi, pertanian, konstruksi hingga pengolahan logam.

Selain memastikan kesiapan kompetensi peserta, wamen juga mengingatkan tantangan terbesar tetap berada pada tahap akhir, yakni proses rekrutmen oleh pengguna di negara tujuan. (bi)
Leave a comment