Jakarta, Hotfokus.com
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus mengembangkan layanan pendukung sektor hulu migas dengan memperkuat bisnis High Pressure Pumping Non-Rig Services. Salah satu pencapaiannya yakni keberhasilan melaksanakan operasi matrix acidizing pertama di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan.
Pekerjaan yang dilakukan bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 tersebut menjadi langkah baru bagi perusahaan dalam memperluas layanan di luar aktivitas pengeboran.
Teknologi matrix acidizing diterapkan untuk membersihkan kerusakan formasi dan endapan kerak (scale) sehingga aliran fluida dari reservoir menuju sumur kembali lancar. Proses stimulasi dilakukan pada interval perforasi 1.963 hingga 1.966 meter measured depth di Formasi Talang Akar dengan menggunakan larutan Hydrochloric Acid (HCl) 15 persen.

Melalui metode tersebut, Pertamina Drilling menargetkan produksi sumur dapat mencapai 65 barel minyak per hari (BOPD) sekaligus meningkatkan produktivitas lapangan migas.
Direktur Operasi Pertamina Drilling, Aziz Muslim, mengatakan keberhasilan operasi perdana ini menunjukkan kesiapan perusahaan menghadirkan layanan hulu migas yang semakin lengkap. “Keberhasilan ini merupakan langkah strategis Pertamina Drilling dalam memperluas kapabilitas layanan non-rig. Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung upaya pencapaian target produksi nasional,” kata Aziz, Senin (13/7).
Menurutnya, pengembangan High Pressure Pumping Non-Rig Services menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan industri migas yang terus berkembang. Keberhasilan tersebut juga melanjutkan rekam jejak layanan hydraulic fracturing yang telah dijalankan di wilayah kerja PHR Zona 2 dan Zona 3 sejak Januari 2025, sehingga memperkuat posisi Pertamina Drilling sebagai penyedia solusi terintegrasi bagi pengembangan lapangan migas. (***)
Leave a comment