Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus memperkuat posisinya sebagai penggerak utama sektor hulu migas nasional seiring peringatan hari jadinya yang ke-19. Di tengah tantangan penurunan produksi alami lapangan migas, perusahaan menjaga kinerja melalui pengembangan lapangan, eksplorasi berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi.
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen, mengatakan perusahaan terus bertransformasi agar mampu menghadapi dinamika industri energi sekaligus mempertahankan pertumbuhan produksi nasional.

“Selama 19 tahun, PHE terus memperkuat perannya sebagai tulang punggung produksi migas nasional. Di tengah tantangan natural decline yang semakin tinggi, kami mampu menjaga pertumbuhan produksi melalui pengembangan lapangan secara agresif, penerapan teknologi, eksplorasi yang berkelanjutan, serta pengelolaan operasi yang unggul,” kata Hermansyah.
Saat ini PHE menyokong sekitar 65 persen produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas nasional, sekaligus mengelola 27 persen blok migas di Indonesia. Dalam periode 2022–2025, perusahaan juga menambah sembilan wilayah kerja eksplorasi baru, termasuk Binaiya, Lavender, dan Bobara.
Selain itu, PHE membukukan potensi sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak. Kontribusi terbesar berasal dari temuan migas nonkonvensional di Wilayah Kerja Rokan sebesar 724,22 juta barel minyak.

Memasuki 2026, PHE menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas, mulai dari revitalisasi aset, pengembangan lapangan baru, penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR), eksplorasi migas, hingga pengembangan teknologi CCS/CCUS. Perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip ESG dan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sesuai standar ISO 37001:2016. (*)
Leave a comment