Jakarta, hotfokus.com
Meski mendapat tekanan yang begitu kuat dari dolar AS sampai rupiah tak berdaya hingga menembus level Rp18 ribu, pemerintah masih ‘keukeh’ terhadap stabilitas nilai tukar rupiah ke depan. Tentunya punya jurus dan alasannya?
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, optimis dengan sinergi dan koordinasi lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter dan sektor keuangan, rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II- 2026.
“Apalagi disertai perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor, serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas dalam negeri ditambah dengan perbaikan kepercayaan investor,” kata Purbaya, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (10/6/2026).
Selain itu, arus modal asing juga menunjukkan perbaikan signifikan sepanjang triwulan II-2026, khususnya instrumen surat berharga negara (SBN) dan sekuritas rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Meski pasar saham masih mencatat arus keluar modal (outflow), bendahara negara ini mengungkap minat investor terhadap instrumen keuangan domestik secara keseluruhan tetap terjaga.
Di sisi lain, pemerintah tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan menjalankan berbagai kebijakan strategis, termasuk menjaga stabilitas harga BBM dan pangan serta memastikan pasokan energi dan beras tetap aman serta menjaga disiplin fiskal, mempercepat penyerapan belanja negara dan memberi stimulus untuk mendukung daya beli masyarakat dan dunia usaha.
“Kuatnya fundamental ekonomi domestik yang didukung kebijakan yang solid menjadi landasan yang kokoh untuk menyongsong dinamika 2027,” jelas Purbaya. (bi)
Leave a comment