Jakarta, hotfokus.com
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dengan memperluas penggunaan energi ramah lingkungan di sektor maritim. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menekan emisi karbon sekaligus mendorong terciptanya industri pelayaran yang berkelanjutan.
Dalam operasionalnya, PTK mulai mengombinasikan pemanfaatan panel surya dengan bahan bakar konvensional pada sejumlah armada kapal. Selain itu, perusahaan juga mengadopsi Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai salah satu sumber energi yang lebih bersih.
Implementasi teknologi tersebut memberikan hasil positif. Sepanjang 2025, PTK berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca hingga mencapai 1.097 ton CO₂e.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, menyatakan bahwa inisiatif dekarbonisasi tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing industri maritim nasional di masa depan.
Di luar aktivitas operasional, PTK turut menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB) Kariangau di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Program tersebut memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya yang mampu menghemat konsumsi energi sekitar 535 kWh setiap bulan sekaligus menekan emisi karbon hingga 55 kilogram CO₂ per bulan.
VP Legal & Relations PTK, Amran Reza, menilai program pemberdayaan masyarakat pesisir itu sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan karena mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Selain mengembangkan energi terbarukan, PTK juga aktif menjalankan penanaman mangrove, kegiatan bersih pantai, serta edukasi lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pesisir yang lebih hijau dan berkelanjutan. (*)
Leave a comment