Jakarta, hotfokus.com
Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan mempercepat upaya swasembada gula nasional melalui Gerakan Tanam Serentak Tebu di Desa Salit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Program ini tidak hanya mendorong peningkatan produksi gula, tetapi juga memperkuat hilirisasi tebu agar petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Pemerintah juga berupaya memperluas akses pasar, memperkuat industri pengolahan, serta memastikan hasil panen terserap dengan baik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan, mengatakan penguatan sektor hilir menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani tebu.
“Dengan demikian, petani memiliki insentif yang kuat untuk terus meningkatkan produksi dan menjaga keberlanjutan usaha taninya,” kata Yudhi dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Menurut Yudhi, gerakan tanam serentak tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan perkebunan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat rantai pasok industri gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia menjelaskan Kabupaten Pekalongan mendapat target pengembangan lahan tebu seluas 234 hektare pada 2026. Hingga saat ini, realisasi penanaman telah mencapai 135 hektare.
“Kabupaten Pekalongan memperoleh target pengembangan tebu seluas 234 hektare pada tahun 2026. Hingga saat ini realisasi tanam telah mencapai 135 hektare. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pabrik gula, dan petani,” ujarnya.

Pemerintah berharap kolaborasi antara petani, industri gula, dan pemerintah dapat mempercepat pencapaian swasembada gula nasional yang berkelanjutan. (SA/GIT)
Leave a comment