Home NASIONAL Disertasi Irjen Chaidir Bikin Heboh, Tawarkan Model Baru RI-Malaysia Lawan Kejahatan Transnasional
NASIONAL

Disertasi Irjen Chaidir Bikin Heboh, Tawarkan Model Baru RI-Malaysia Lawan Kejahatan Transnasional

Share
Disertasi Irjen Chaidir Bikin Heboh, Tawarkan Model Baru RI-Malaysia Lawan Kejahatan Transnasional
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Sidang terbuka program doktor di STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/5/2026), berubah menjadi sorotan setelah Inspektur Jenderal Polisi Dr. Chaidir memaparkan gagasan besar soal kerja sama keamanan Indonesia dan Malaysia.

Lewat disertasinya, Chaidir memperkenalkan model IM-INGOFF-TOC atau Indonesia–Malaysia Integrated Nodal Government Framework for Transnational Organized Crime. Konsep ini dirancang untuk memperkuat penanggulangan kejahatan terorganisir lintas negara, mulai dari perdagangan manusia, narkotika hingga kejahatan siber.

Dalam sidang yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB di Gedung Bhadawa STIK-PTIK itu, Chaidir menegaskan disertasinya tidak hanya bertujuan mengejar gelar akademik.

“Saya tidak ingin disertasi ini hanya menjadi dokumen akademik yang megah tetapi tidak membumi,” ujar Chaidir kepada Stephanus Slamet Budi Raharjo, Pemimpin Redaksi Majalah MATRA sekaligus CEO Majalah Eksekutif.

Chaidir menilai pola kerja sama keamanan antarnegara di kawasan masih terlalu reaktif. Menurutnya, kolaborasi biasanya muncul saat krisis terjadi, lalu melemah setelah kondisi mereda.

Karena itu, ia menawarkan pendekatan baru berbasis nodal governance, yakni model kolaborasi lintas aktor yang tidak hanya mengandalkan negara sebagai pemain utama.

Dalam paparannya, Chaidir mengusulkan tiga langkah utama. Pertama, membentuk Joint Task Force permanen antara Indonesia dan Malaysia untuk menangani kejahatan transnasional.

Kedua, membangun platform teknologi bersama bernama “SIKAT IM” yang memungkinkan pertukaran data dan intelijen secara real-time.

Ketiga, menyusun standar operasional prosedur bilingual guna mengurangi hambatan koordinasi di lapangan.

Tak hanya itu, Chaidir juga memasukkan program capacity building berjenjang, mulai dari pelatihan teknis hingga pertukaran personel antarnegara.

“Ini bukan usulan yang muluk-muluk. Banyak negara di kawasan lain telah memiliki mekanisme serupa,” katanya di hadapan penguji dan peserta sidang.

Chaidir berharap Divhubinter Polri dapat mengadopsi rekomendasi tersebut, terutama pembentukan Indonesia–Malaysia Joint Task Force on TOC dengan skema pendanaan bersama.

Ia juga mendorong akademisi dan peneliti memperluas kajian tentang peran sektor swasta, LSM, komunitas perbatasan, hingga studi komparatif dengan negara ASEAN lainnya.

Disertasi ini dinilai menjadi upaya menghadirkan arsitektur keamanan kawasan yang lebih proaktif di tengah ancaman kejahatan lintas batas yang semakin kompleks dan adaptif. (GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

UNIDO: RI Contoh Terbaik Strategi Industri Hilirisasi

Jakarta, hotfokus.com United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) mengakui strategi industri hilirisasi...

NASIONAL

Perdana, Danantara Terlibat Dalam Rapat Penting KSSK, Ada Apa?

Jakarta, hotfokus.com Rapat koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk pertama kalinya...

MES Jadi Kunci Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat
NASIONAL

MES Jadi Kunci Penggerak Sektor Riil dan Ekonomi Umat

Jakarta, Hotfokus.com Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono meminta pengurus...

NASIONAL

Kementan Kejar Cetak Sawah 13.000 Hektare, Target Swasembada Pangan Digenjot

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program cetak sawah untuk memperkuat ketahanan...