Jakarta, Hotfokus.com
PT PLN (Persero) mulai mempercepat transformasi gedung perkantoran ramah lingkungan melalui program Smart & Green Building yang resmi dijalankan di Kantor Pusat PLN, Jakarta. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sistem operasional yang lebih hemat energi dan rendah emisi.
Program tersebut menghadirkan teknologi terintegrasi mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, pengaturan konsumsi listrik berbasis digital, hingga sistem pendingin ruangan pintar yang dapat dipantau secara langsung.
Direktur Utama Darmawan Prasodjo mengatakan perkembangan teknologi energi membuat pola konsumsi listrik berubah drastis. Menurutnya, PLN kini bergerak menuju platform energi digital yang mampu menghubungkan berbagai ekosistem energi modern.
“Sekarang PLN bertransformasi menjadi Energy Digital Platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan value creation,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan, kehadiran PLTS Atap, kendaraan listrik, dan otomasi bangunan membuat gedung tidak lagi sekadar memakai energi. Dalam beberapa tahun ke depan, bangunan juga dapat memproduksi dan mengelola energi secara mandiri.

Sebagai tahap awal, PLN menjadikan Gedung Trapesium di Kantor Pusat PLN sebagai proyek percontohan. Gedung tersebut telah memakai PLTS Atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak (kWp) yang tersambung dengan Energy Management System untuk mengontrol penggunaan listrik secara efisien dan real time.
Komisaris Independen Andi Arief menilai PLN perlu memberi contoh langsung dalam penerapan efisiensi energi di lingkungan kerja.
“PLN harus menjadi etalase efisiensi energi itu sendiri,” kata Andi.
Sementara itu, EVP Umum dan Aset Properti PLN Khairullah menyebut implementasi tahap pertama akan dilakukan di 10 gedung PLN sepanjang 2026. Pada fase ini, perusahaan menargetkan pemasangan PLTS Atap berkapasitas 1.100 kWp dan 471 unit IoT Smart AC.
PLN juga telah memetakan sekitar 400 gedung potensial untuk pemasangan PLTS Atap dari total 1.300 gedung yang dikelola di seluruh Indonesia. Dalam roadmap 2026–2035, kapasitas PLTS Atap ditargetkan mencapai 12 megawatt peak (MWp) dengan kontribusi pengurangan emisi hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent. (*)
Leave a comment