Jakarta, hotfokus.com
Pemerintah akan perkuat lima pilar reduksi emisi mempercepat transformasi sektor industri untuk mengejar target menuju rendah karbon (Net Zero Emission/NZE) melalui langkah strategis terukur dan implementatif.
“Percepatan ini merupakan bentuk komitmen kuat untuk dalam mendorong industri hijau sekaligus meningkatkan daya saing global,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Menurut menteri, strategi dekarbonisasi industri fokus pada upaya reduksi emisi sebagai prioritas utama sebelum memasuki tahap netralisasi emisi. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam menekan jejak karbon industri secara bertahap serta berkelanjutan.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari, menambahkan implementasi strategi dekarbonisasi dilakukan melalui lima pilar utama.
Kelima pilar tersebut yaitu efisiensi energi dan bahan baku dengan mengoptimalisasikan proses produksi, substitusi bahan bakar dan bahan baku, pembaruan proses produksi menggunakan teknologi yang lebih efisien, elektrifikasi serta penerapan teknologi carbon capture utilization (CCU).
“Sektor industri semen menjadi salah satu fokus utama dalam agenda dekarbonisasi nasional,” ujarnya.

Indonesia sebagai produsen semen terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas mencapai 121,66 juta ton/tahun memiliki peran strategis dalam upaya penurunan emisi. (bi)
Leave a comment