Jakarta, hotfokus.com
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan tekanan inflasi pada tiga bulan mendatang atau Mei 2026 meningkat. Ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 sebesar 157,4 atau lebih tinggi dibanding April 2026 yang hanya tercatat 153,9.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya, Senin (13/4/2026), menjelaskan meningkatnya tekanan inflasi tersebut, seiring naiknya harga bahan baku.
Namun Indeks Ekspektasi Harga pada Agustus 2026 diperkirakan hanya sebesar 157,2 atau relatif stabil dibanding pada Juli 2026 sebesar 157,1.
BI juga mengungkap kinerja penjualan eceran tetap tumbuh. Ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2026 tumbuh sebesar 2,4 persen (yoy).
Penjualan eceran tersebut terutama ditopang tumbuhnya penjualan kelompok suku cadang dan aksesori, kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok barang budaya dan rekreasi.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 9,3 persen (mtm) atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 4,1 persen (mtm).

Peningkatan tersebut didorong kinerja mayoritas kelompok, terutama kelompok peralatan informasi dan komunikasi, kelompok bahan bakar kendaraan dan subkelompok sandang, sejalan meningkatnya permintaan rumah tangga selama periode perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idulfitri 1447 H. (bi)
Leave a comment