Jakarta, hotfokus.com
Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo untuk menuntaskan temuan kerugian negara sekitar Rp1 triliun di lingkungan Kementerian PU.
Dody mengungkapkan, Presiden bahkan meneleponnya saat ia sedang melakukan kunjungan kerja di Sumatera Barat. Telepon itu diterima ketika dirinya berada di perjalanan menuju Padang.
“Saya berhenti di tengah jalan tol, mungkin yang ada di Padang tahu saya berhenti di tengah jalan tol karena Pak Presiden telfon dan memberikan apresiasinya dan terima kasih,” ujar Dody dalam jumpa pers, Jumat (6/2/2026).
Ia mengatakan, Presiden juga meminta agar proses pembenahan di kementeriannya terus dilanjutkan. Presiden juga memintanya untuk terus mengerjakan bersih-bersih ini, dan menjadikan Kementerian PU jauh lebih bersih lagi, kerja lebih efektif, efisien, dan tidak ada lagi bocor-bocor.
Menurut Dody, fokus utama saat ini adalah menyelesaikan temuan kerugian negara tersebut secepat mungkin. Ia menilai dana sebesar itu akan sangat bermanfaat jika kembali ke negara dan digunakan untuk pembangunan.
“Berapa jembatan yang bisa kita bantu, berapa anak-anak yang sekolah tidak harus berenang dulu untuk menyeberang, berapa rumah yang bisa dibangun, berapa rumah sakit yang bisa dibangun,” katanya.
Dody juga menyoroti praktik pengembalian kerugian negara yang selama ini kerap dicicil dalam jumlah kecil. “Hanya mengembalikan pun, icrit icrit, sejuta dua juta, pendingnya masih banyak,” ujarnya.
Ia menegaskan langkah pembenahan di Kementerian PU merupakan mandat langsung Presiden sejak awal masa jabatannya. “Di hari pertama saya dipanggil ke Kartanegara, perintahnya cuma satu, bersih-bersih,” kata Dody. (DIN)
Leave a comment