Indramayu, Hotfokus.com
Nama Indramayu kembali menguat dalam peta energi nasional. Tepatnya di Kecamatan Balongan, PT Pertamina (Persero) mengonsolidasikan sejumlah infrastruktur hilir yang berperan vital menjaga pasokan energi untuk Jawa Barat hingga DKI Jakarta.
Di kawasan ini, Pertamina mengoperasikan ekosistem energi yang saling terintegrasi. Mulai dari Kilang Unit VI Balongan sebagai pusat pengolahan, Integrated Terminal Balongan sebagai simpul distribusi, hingga dukungan logistik laut melalui armada Pertamina International Shipping. Ketiganya membentuk rantai pasok yang saling mengunci satu sama lain.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa setiap fasilitas memiliki fungsi strategis yang tidak bisa dipisahkan. Kilang Balongan berperan mengolah minyak mentah menjadi berbagai produk energi, seperti BBM, avtur, serta produk non-BBM berupa propylene yang digunakan industri petrokimia.

Kilang ini mendapat pasokan minyak mentah dari sejumlah lapangan Pertamina Hulu Energi di sekitar Indramayu. Setelah proses pengolahan, produk energi tersebut bisa langsung didistribusikan atau dikirim lewat jalur laut dengan dukungan kapal-kapal Pertamina International Shipping.
Selain itu, hasil produksi Kilang Balongan juga mengalir ke Integrated Terminal Balongan serta Polytama Propindo, perusahaan afiliasi Pertamina di sektor petrokimia. Skema ini membuat distribusi energi berjalan lebih efisien, terkoordinasi, dan terjaga keandalannya.
“Seluruh ekosistem infrastruktur energi Pertamina di Balongan memegang peran penting dalam memastikan pasokan energi tetap andal, terutama untuk Jakarta, Jawa Barat, hingga sebagian Jawa Tengah,” kata Baron.

Menurutnya, optimalisasi infrastruktur terintegrasi ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam menjaga layanan energi bagi masyarakat. Ke depan, perusahaan terus memperkuat bisnis dan operasional untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, Pertamina juga menegaskan perannya dalam agenda transisi energi. Perusahaan berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta menjalankan program yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Transformasi tersebut dijalankan dengan menitikberatkan pada tata kelola yang baik, keberlanjutan usaha, peningkatan layanan publik, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis Pertamina. (*)
Leave a comment