Jakarta, hotfokus.com
Permintaan global terhadap produk pertambangan hingga kini masih tinggi, harga patokan ekspor ekspor (HPE) dan harga referensi (HR) konsentrat tembaga dan emas naik lagi.
“Ini sesuai Keputusan Menteri Perdagangan No 31/2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar,” kata Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, dalam keterangannya Kamis (15/1/2026).
Untuk periode kedua yang berlaku 15-31 Januari 2026, HPE konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) ditetapkan 6.133,11 dolar AS/Wet Metrik Ton (WMT) atau naik 4,51 persen dibanding periode pertama sebesar 5.868,51 dolar AS/WMT.
Demikian pula HPE emas naik dari 138.324,41 menjadi 141.972,92/Kg. Harga Referensi emas juga naik dari 4.302,37
menjadi 4.415,85 dolar AS/troy ounce (t oz).
Tommy menjelaskan naiknya HPE dan HR terhadap produk pertambangan ini, seiring masih tingginya permintaan global, terutama untuk kebutuhan pengembangan industri energi listrik, kendaraan listrik serta pembangunan infrastruktur strategis di berbagai negara.
Selain faktor permintaan sektor riil, lanjutnya, juga dipengaruhi faktor dinamika keuangan global. Selama periode pengumpulan data, melemahnya dolar AS mendorong meningkatnya alokasi investasi ke aset komoditas khususnya emas dan perak. Hal ini turut memperkuat harga mineral penyusun konsentrat tembaga.

“Selama periode pengumpulan data, harga tembaga tercatat naik 6,5 persen, emas naik 2,64 persen, dan perak naik 15,95 persen,” kata Tommy. (bi)
Leave a comment