Jakarta, Hotfokus.com
Memasuki awal 2026, kabar baik datang dari dapur rumah tangga. Harga sejumlah bahan pangan nasional terpantau stabil, bahkan beberapa komoditas mulai turun setelah lonjakan konsumsi selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pasokan yang terjaga dan distribusi yang lancar menjadi kunci meredanya tekanan harga.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut pasar mulai beradaptasi usai periode belanja tinggi di akhir tahun. “Perkembangan ini mencerminkan penyesuaian pasar setelah peningkatan konsumsi selama libur akhir tahun,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Untuk komoditas beras, harga tetap solid di semua segmen. Beras kualitas bawah I berada di kisaran Rp14.450 per kg dan bawah II Rp14.400 per kg. Di kelas menengah, medium I tercatat Rp15.900 per kg dan medium II Rp15.800 per kg. Sementara itu, beras premium juga tak banyak bergerak, dengan super I di Rp17.100 per kg dan super II Rp16.650 per kg.
Dari kelompok hortikultura, cabai menunjukkan dinamika positif. Harga cabai merah besar turun ke Rp47.900 per kg dan cabai merah keriting ke Rp49.850 per kg. “Cabai mengalami pergerakan beragam, namun tren penurunan mulai terlihat,” kata Amran.

Sinyal stabil juga datang dari protein hewani. Daging ayam ras segar berada di sekitar Rp41.900 per kg. Telur ayam ras turun ke Rp32.950 per kg, sedangkan daging sapi relatif bertahan, masing-masing Rp142.500 per kg untuk kualitas I dan Rp134.650 per kg kualitas II.
Komoditas lain pun terkendali. Gula pasir premium tercatat Rp19.900 per kg dan gula lokal Rp18.200 per kg. Minyak goreng curah berada di Rp18.900 per liter, sementara minyak kemasan bermerek I dan II masing-masing Rp22.600 dan Rp21.550 per liter.
“Normalisasi pasokan dan turunnya intensitas belanja rumah tangga ikut menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” tutup Amran. (SA/GIT)
Leave a comment