Jakarta, hotfokus.com
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memprediksi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor perikanan hingga akhir 2025 bisa menembus Rp1,19 triliun.
Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengungkap meningkatnya PNBP ini sebagai
imbas dari perbaikan teknis tata kelola pendataan dan penarikan PNBP.
Dengan semakin tinggi PNBP perikanan ini, ia menegaskan makin besar anggaran yang tersedia untuk membangun perikanan tangkap. PNBP yang diterima negara, 100 persen akan dikembalikan pada masyarakat dalam bentuk pembiayaan pembangunan.
“Dari PNBP itu, 80 persen dikelola pemda dan 20 persen dikelola pusat,” jelasnya dalam keterangannya yang dilansir Selasa. (16/12/2025).

Menurut dirjen, kegiatan yang dibiayai melalui PNBP antara lain bantuan buat nelayan, layanan perizinan berusaha termasuk pembukaan gerai perizinan berusaha di sentra nelayan, rehabilitasi sarana dan prasarana pelabuhan perikanan hingga penguatan pendataan melalui pengadaan enumerator.
Sepanjang 2025, KKP membangun 100 lokasi kampung nelayan merah putih (KNMP), penyaluran bantuan alat penangkapan ikan sebanyak 10.603 unit, mesin kapal perikanan 846 unit, pengembangan kapasitas dan pemberdayaan nelayan hingga penyediaan infrastruktur pelabuhan perikanan yang kompetitif. (bi)
Leave a comment