Home LISTRIK Dulu Gelap, Kini Benderang: PLN Bawa Listrik Surya ke Ujung Sulawesi
LISTRIK

Dulu Gelap, Kini Benderang: PLN Bawa Listrik Surya ke Ujung Sulawesi

Share
Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari (kanan) secara simbolis menyalakan listrik di rumah Nur Mandak (kiri), salah satu warga Pulau Lipang, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Kamis (26/6).
Share

Jakarta, hotfokus.com

Malam tak lagi gelap di Pulau Lipang dan Pulau Laotongan, dua pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Setelah bertahun-tahun hanya mengandalkan lampu minyak tanah atau genset, kini warga di sana menikmati listrik 24 jam berkat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dibangun PLN.

PLTS Lipang dengan kapasitas 93 kWp dan PLTS Laotongan berkapasitas 180 kWp resmi beroperasi usai diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Juni 2025. Dua pembangkit ini jadi bagian dari 47 PLTS yang tersebar di 11 provinsi, menjawab tantangan melistriki wilayah terluar yang hanya bisa ditempuh lewat laut hingga 12 jam dari Manado.

“PLN berkomitmen menghadirkan listrik bersih dan andal agar masyarakat di seluruh pelosok Indonesia bisa menikmati kesejahteraan yang sama,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Kamis (3/7/2025).

Bagi Nur Mandak, warga Pulau Lipang, nyala lampu listrik bak mimpi yang jadi kenyataan. “Dulu cuma pakai lampu botol minyak tanah. Sekarang anak-anak bisa belajar sampai malam,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Alfret Salatang, nelayan di Pulau Laotongan, juga merasakan perubahan besar. Kehadiran listrik memungkinkan ia menyimpan hasil tangkapan lebih lama. “Dulu cuma bisa tangkap 15-20 kilo ikan, sekarang bisa lebih banyak karena ada kulkas. Penghasilan juga ikut naik,” tuturnya.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, turut bersyukur. Ia bilang listrik membuka akses lebih luas ke layanan pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.

Untuk memastikan listrik tetap stabil, PLN juga membangun jaringan distribusi, mulai dari 1,62 kilometer Jaringan Tegangan Menengah (JTM), 2,32 kilometer Jaringan Tegangan Rendah (JTR), hingga tiga trafo distribusi dengan total kapasitas 150 kVA.

“Listrik jadi fondasi penting, bukan hanya menerangi rumah, tapi juga mendongkrak ekonomi dan kualitas hidup masyarakat,” kata Usman Bangun, GM PLN UID Suluttenggo.

Kini, di balik tiap kilowatt energi hijau yang mengalir ke Lipang dan Laotongan, terbit harapan baru: masa depan yang lebih terang dan sejahtera di ujung utara Indonesia. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
PLN SustainAction 2026 Resmi Dibuka, Inovator Bisa Bawa Gagasan Hijau ke Level Lebih Jauh
LISTRIK

PLN SustainAction 2026 Resmi Dibuka, Inovator Bisa Bawa Gagasan Hijau ke Level Lebih Jauh

Jakarta, hotfokus.com PLN kembali membuka PLN SustainAction 2026 untuk menjaring berbagai gagasan...

PLN Pacu Geotermal, Kapasitas Panas Bumi Dibidik 7,9 GW pada 2033
LISTRIK

PLN Pacu Geotermal, Kapasitas Panas Bumi Dibidik 7,9 GW pada 2033

Jakarta, Hotfokus.com PT PLN (Persero) menggeber pengembangan energi panas bumi sebagai bagian...

PLN Tebar Promo Merdeka Daya, Tambah Listrik Kini Potongan 50 Persen*
LISTRIK

PLN Tebar Promo Merdeka Daya, Tambah Listrik Kini Potongan 50 Persen

Jakarta, hotfokus.com PLN menghadirkan program Merdeka Daya untuk menyambut HUT ke-81 Republik...

Listrik Flores Kembali Normal Pascagempa M7,7, PLN Kerahkan 1.144 Personel
LISTRIK

Listrik Flores Kembali Normal Pascagempa M7,7, PLN Kerahkan 1.144 Personel

Labuan Bajo, hotfokus.com PT PLN (Persero) menuntaskan pemulihan sistem kelistrikan Flores, Nusa...