Home Uncategorized PROPER Emas untuk PGE Ulubelu: Energi Hijau dan Inovasi Sosial
Uncategorized

PROPER Emas untuk PGE Ulubelu: Energi Hijau dan Inovasi Sosial

Share
PROPER Emas untuk PGE Ulubelu: Energi Hijau dan Inovasi Sosial
Share

Ulubelu, hotfokus.com

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali meraih penghargaan PROPER Emas untuk ke-14 kalinya di Area Kamojang dan ke-3 kalinya di Area Ulubelu. Penghargaan ini mencerminkan komitmen PGE dalam menciptakan energi hijau berkelanjutan dan berkontribusi dalam agenda dekarbonisasi nasional serta global.

Komitmen PGE untuk Keberlanjutan dan Masyarakat

Corporate Secretary PGE, Kitty Andhora, menegaskan bahwa PGE terus mendorong pengembangan green ecosystem yang melibatkan masyarakat.

“PGE memiliki target growth acceleration yang bergantung pada dukungan masyarakat. Dengan mengembangkan energi geotermal, kami berkontribusi menciptakan masa depan yang lebih hijau serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasional,” ujar Kitty dalam keterangannya, Sabtu (1/3/2025).

Dengan kapasitas terpasang 220 MW, Area Ulubelu menyuplai 25% kebutuhan listrik Provinsi Lampung. Kesuksesan meraih PROPER Emas tak lepas dari program unggulan ELOC BESTARI (Empowering Local Communities-based Environmental Stewardship Through Social Forestry), yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan sosial berkelanjutan melalui direct-use geothermal.

ELOC BESTARI: Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dan Kelestarian Hutan

Program ELOC BESTARI bertujuan mengurangi ketergantungan ekonomi masyarakat pada aktivitas merusak lingkungan seperti perambahan hutan. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengembangkan kopi, madu, dan pupuk organik, menciptakan sumber penghasilan berkelanjutan.

General Manager PGE Ulubelu, Hadi Suranto, menjelaskan bahwa PGE beroperasi berdampingan dengan 8 desa dan memiliki jaringan pipa sepanjang 45 km. Oleh karena itu, CSR menjadi prioritas utama dalam mendukung operasional perusahaan.

“Program unggulan kami telah meraih berbagai penghargaan, seperti IGA Award 2024-2025, ISRA Award 2024, BISRA Award 2024, dan TANGGAMUS Award. Kami berkomitmen pada kelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, pendidikan, serta tanggap bencana,” ujar Hadi.

Mayoritas masyarakat sekitar Ulubelu adalah petani kopi yang memanfaatkan lahan perhutanan sosial. Melalui KUPS Margo Rukun Bestari, 778 petani hutan telah mendapatkan izin pengelolaan dari Kementerian Kehutanan. PGE juga mendukung berbagai program seperti Ulubelu Triumphant (budidaya melon), Kuberseri (pelatihan usaha bersama), dan ERMi (konservasi air & mitigasi bencana).

Pertamina Dorong Inovasi Sosial dan Eco Inovasi

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa Pertamina terus meningkatkan kinerja lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Pertamina mengedepankan eco inovasi dan inovasi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah Indonesia,” ujar Fadjar.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Program ELOC BESTARI telah memberikan manfaat bagi 1.362 penerima langsung, terdiri dari 112 buruh tani hutan, 787 petani kopi, 81 pemuda pengangguran, 348 lansia, 23 perempuan dalam kelompok rentan, dan 11 keluarga prasejahtera. Sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, PGE memastikan bahwa setiap langkahnya memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Deskripsi:

PGE Ulubelu meraih PROPER Emas dengan program ELOC BESTARI yang mendukung kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat melalui energi hijau.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Uncategorized

1.000 Riders BMW Motorrad Merapat ke Bali, Pertamax Turbo Bawa Kejutan

Bali, Hotfokus.com Bali menjadi titik temu para penggemar BMW Motorrad dari berbagai...

Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027
Uncategorized

Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai menggeber langkah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin....

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya? Bambang Sabekti Praktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional setiap 4 September menjadi momentum yang menarik bagi Pelindo. Sebab, tidak lama lagi, tepat 1 Oktober 2026, Pelindo memasuki lima tahun sejak merger empat BUMN pelabuhan. Lima tahun bukan lagi sekadar masa transisi. Periode ini sudah cukup untuk melihat apakah integrasi organisasi telah menghasilkan kemampuan operasional dan nilai bisnis yang lebih baik. Karena itu, pertanyaan yang relevan bukan lagi apakah merger Pelindo berhasil menyatukan organisasi. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa incremental value setelah Pelindo menjadi satu? Jawabannya perlu dilihat setidaknya dari dua sisi: operational excellence dan customer value. Dalam bisnis pelabuhan, operational excellence tidak cukup dimaknai sebagai meningkatnya produktivitas satu terminal. Pelabuhan merupakan sistem yang melibatkan kapal, terminal, peralatan, tenaga kerja, gate, yard, trucking, serta berbagai proses pelayanan. Operational excellence berarti kemampuan mengelola proses tersebut secara efisien, konsisten, reliable, dan predictable. Kapal membutuhkan kepastian berth. Bongkar muat membutuhkan produktivitas peralatan. Kontainer membutuhkan yard yang dikelola dengan baik. Truk membutuhkan proses gate yang lancar. Pengguna jasa membutuhkan informasi yang akurat dan keputusan operasional yang cepat. Satu titik yang tidak efisien dapat mengurangi manfaat efisiensi pada titik lainnya. Di sinilah merger memberikan peluang besar. Dengan berada dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki kesempatan mengembangkan common operating standard, berbagi best practices, mengoptimalkan aset dan kapasitas, serta menggunakan data dan teknologi secara lebih terintegrasi. Namun, standardisasi bukan tujuan akhir. Bagi pelanggan, salah satu manfaat paling fundamental dari merger seharusnya adalah ease of doing business. Sebelum merger, pengguna jasa berhadapan dengan entitas Pelindo yang berbeda sesuai wilayah dan pelabuhannya. Setelah merger, pelanggan secara logis mengharapkan pengalaman berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih sederhana: standar semakin jelas, proses semakin seragam, akses informasi semakin mudah, dan tidak perlu menghadapi variasi proses yang sebenarnya tidak memberikan nilai tambah. Inilah salah satu acid test merger: APAKAH MENJADI PELANGGAN PELINDO SEKARANG LEBIH MUDAH DARIPADA SEBELUMNYA? Pertanyaan tersebut bukan sekadar soal keramahan pelayanan. Ease of doing business menyangkut waktu, jumlah tahapan, transparansi, kepastian keputusan, kemudahan akses layanan, serta kemampuan pelanggan menyelesaikan urusannya tanpa proses yang berulang. Dengan perspektif yang sama, digitalisasi juga harus diukur dari manfaatnya bagi pelanggan. Keberhasilan digitalisasi bukan berapa banyak aplikasi yang dimiliki, tetapi berapa banyak proses yang menjadi lebih sederhana dan berapa banyak interaksi yang tidak lagi diperlukan pelanggan. Di sinilah operational excellence bertemu dengan customer value. Dalam bisnis kepelabuhanan, customer value dapat dilihat dari hal yang konkret: waktu yang lebih singkat, proses yang lebih sederhana, biaya yang lebih efisien, dan kepastian yang lebih tinggi. Merger juga memberikan peluang untuk mengelola Pelindo sebagai port network, bukan sekadar kumpulan terminal. Dengan jaringan nasional dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki ruang lebih besar untuk mengoptimalkan kapasitas antarpelabuhan, berbagi best practices, mengurangi ketidakseimbangan utilisasi, dan memperkuat konektivitas antarkawasan. Namun, network advantage baru menjadi value apabila pelanggan dapat merasakannya dalam bentuk layanan yang lebih baik dan proses bisnis yang lebih mudah. Karena itu, ukuran keberhasilan merger juga harus tetap berada dalam scope Pelindo. Pelindo tidak menentukan surplus atau defisit perdagangan dan tidak dapat sendirian menyelesaikan seluruh persoalan biaya logistik nasional. Ukuran yang lebih fair adalah: seberapa besar efisiensi, reliability, dan kemudahan berusaha yang berhasil diciptakan pada bagian rantai logistik yang berada dalam kendali Pelindo? Memasuki tahun kelima merger, pertanyaan tersebut semakin relevan. Jika lima tahun pertama merupakan periode konsolidasi dan integrasi, lima tahun berikutnya semestinya menjadi fase untuk membuktikan incremental value of integration. Hari Pelanggan Nasional dapat menjadi reality check yang sederhana. Pelanggan adalah pihak yang paling tepat untuk menilai apakah perubahan internal perusahaan benar-benar menghasilkan perubahan yang mereka rasakan. Pada akhirnya, Pelindo tidak cukup hanya menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih terintegrasi. MERGER HARUS MEMBUAT PELANGGAN LEBIH MUDAH BERBISNIS DENGAN PELINDO. Kemudahan tersebut harus didukung oleh operasi yang semakin reliable, produktif, efisien, dan predictable. Pelindo sudah memiliki skala dan jaringan nasional. Tantangan lima tahun berikutnya adalah mengubah skala tersebut menjadi operational excellence, operational excellence menjadi customer value, dan customer value menjadi ease of doing business. Itulah makna Hari Pelanggan Nasional yang relevan bagi Pelindo: bukan sekadar merayakan pelanggan, tetapi memastikan bahwa setelah lima tahun merger, pelanggan benar-benar merasakan bahwa berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih mudah.[•]
Uncategorized

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya?

Bambang SabektiPraktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional...

Uncategorized

Elang Jawa Diselamatkan, PGE Raih Penghargaan HKAN 2026

Jakarta, hotfokus.com Komitmen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam menjaga satwa...