Home NASIONAL Sertifikat Boleh ‘Disekolahkan’ Asal di Bank, Jangan Direntenir
NASIONAL

Sertifikat Boleh ‘Disekolahkan’ Asal di Bank, Jangan Direntenir

Share
Share

Kota Mataram, hotfokus.com

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto, meminta masyarakat agar menjaga sebaik mungkin sertifikat tanah yang diterimanya dari hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Tolong jaga baik-baik sertifikatnya bapak ibu sekalian. Kalau mau disekolahkan (diagunkan, red) boleh asal di bank, jangan di rentenir. Dan jangan lama-lama disekolahkannya,” kata menteri, saat berdialog dengan masyarakat penerima sertifikat tanah program PTSL di Kelurahan Pagutan Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), seperti dilansir Jumat (26/1/2024).

Penyerahan sertifikat ini dilakukan untuk memastikan proses pembuatan sertifikat berjalan dengan lancar.

Dengan memiliki sertifikat, menteri mengungkap masyarakat dapat terhindar dari konflik antartetangga dan tak mudah diambilalih oleh mafia tanah. Karenanya, masyarakat untuk menjaga sebaik mungkin sertifikat tanah yang telah diterima.

Selain sertifikat hak milik dibagikan pula sertifikat wakaf dan sertifikat rumah ibadah, yang juga merupakan hasil dari program PTSL. Dalam kesempatan ini, Hadi Tjahjanto juga meminta agar tanah wakaf dan rumah ibadah lainnya yang belum bersertifikat untuk segera disertifikatkan.

“Kita percepat sertifikasi rumah ibadah, tanpa terkecuali dan tanpa diskriminasi. Tanah wakaf lainnya yang belum bersertifikat, seperti sekolah, pemakaman, dan lainnya, segera hubungi BPN untuk disertifikatkan,” tambah menteri.

Maksum, seorang penerima sertifikat, mengaku gembira karena telah menerima sertipikat langsung dari tangan Menteri ATR/Kepala BPN. Bahkan pria berusia 45 tahun ini juga sempat berdialog bersama Menteri ATR/Kepala BPN. “Saya sangat senang sekali Pak Menteri langsung yang menyerahkan, bangga lah, bangga sekali,” ungkapnya.

Maksum juga mengatakan bahwa akan menjaga baik-baik sertifikatnya, mengingat sejak berdirinya rumah yang ia tinggali, baru sekarang dapat memiliki sertifikat. “Rencana ada usaha buka warung dalam waktu dekat, kalau kurang modal, baru agunkan ke bank sertipikatnya. Tapi kalau bisa tidak, karena sudah dinanti-nantikan sertifikat ini, jadi saya jaga baik baik,” katanya. (bi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Menkeu Bahas Beragam Hambatan PSN Onshore LNG Blok Masela
NASIONAL

Menkeu Bahas Beragam Hambatan PSN Onshore LNG Blok Masela

Jakarta, hotfokus.com Pemerintah membahas beragam hambatan yang mengganjal proyek strategis nasional (PSN)...

PKH masuk Kopdes Merah Putih. Menkop sebut uang berputar di desa, penerima bansos kini berpeluang dapat SHU dan jadi lebih mandiri.
NASIONAL

PKH Masuk Kopdes Merah Putih, Menkop: Uang Berputar di Desa, Peluang SHU Terbuka Lebar!

Serang, hotfokus.com Integrasi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) ke dalam ekosistem Kopdes...

Program Gentengisasi mulai di Menteng Tenggulun. Sebanyak 52 rumah direnovasi dan UMKM diperkuat untuk dorong ekonomi warga.
NASIONAL

Program Gentengisasi Resmi Dimulai! 52 Rumah di Menteng Tenggulun Disulap Jadi Layak Huni dan Ramah UMKM

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman langsung mengeksekusi program Gentengisasi di...

Danantara dan Arm Limited kerja sama bangun ekosistem semikonduktor, latih 15 ribu engineer, dan dorong Indonesia kuasai teknologi chip.
NASIONAL

Kerja Sama Danantara–Arm Limited, Indonesia Siapkan 15 Ribu Engineer Kuasai Teknologi Chip

Jakarta, hotfokus.com BPI Danantara Indonesia memperkuat langkah strategis di sektor teknologi melalui...