Home Uncategorized Dorong Pertumbuhan Ekonomi, PLN Borong Piala dalam Ajang Prominent Award 2023
Uncategorized

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, PLN Borong Piala dalam Ajang Prominent Award 2023

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

PT PLN (Persero) meraih 3 penghargaan dalam ajang Prominent Award 2023. PLN mendapat apresiasi tinggi karena kinerja positifnya dianggap berkontribusi dalam memajukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Masing-masing penghargaan yang disabet PLN adalah, pertama The Most Prominent State Owned Company in Management Transformation untuk kinerja keuangan terbaik dicapai PLN melalui transformasi di berbagai bidang. Kedua, The Most Prominent State Owned Company in Financial Contribution to the Nation untuk meningkatnya setoran pajak negara dan belanja produk dalam negeri. Ketiga, The Most Prominent Company in Community Involvement & Development untuk tanggung jawab sosial dan pengembangan komunitas PLN yang masif bersama semua jaringan usaha dalam acara yang diinisiasi Metro TV bersama Solutee.id ini.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti berhasilnya transformasi selama lebih dari 3 tahun yang dilakukan PLN. Penghargaan ini juga sebagai tambahan motivasi untuk perusahaan menjadi lebih maju dan bermanfaat bagi masyarakat.

“PLN berkomitmen untuk menjadi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang sehat dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi sebagai jantungnya Indonesia. Dalam hal ini, PLN telah melakukan transformasi agar lebih siap menghadapi apa pun tantangan yang ada di depan,” Kata Darmawan.

Darmawan juga menyampaikan, sebagai BUMN, PLN bertekad untuk menjadi motor penggerak ekonomi dan pembangunan. Transformasi yang telah berhasil ini merupakan awal dan akan terus dilanjutkan, PLN akan terus mempersiapkan diri untuk beradaptasi pada lingkungan dan kebutuhan pelanggan serta tuntutan global.

Termasuk peningkatkan belanja produk dalam negeri untuk mendukung terciptanya iklim bisnis dalam negeri yang baik dan berkontribusi lebih banyak kepada negara melalui setoran baik pajak maupun non-pajak serta penyaluran Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tepat sasaran.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata PLN hadir di tengah masyarakat, bahu membahu membangun negeri. Tentu saja, penghargaan ini juga untuk seluruh insan PLN yang telah memberikan kinerja terbaiknya untuk bangsa,” tutur Darmawan.

Presiden Direktur Metro TV Don Bosco Selamun menyampaikan, Prominent Awards memberikan apresiasi pada perusahaan atau lembaga yang “prominent”, yang berhasil memberikan dampak besar bagi masyarakat. Ia melihat penghargaan ini semakin mendapatkan konteksnya pasca seluruh perusahaan dan lembaga terpilih bisa survive dan bertumbuh meski menghadapi pandemi covid-19.

Di samping itu, Don Bosco menilai perusahaan dan lembaga yang memperoleh penghargaan di ajang Prominent Awards turut andil dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di kuartal II tahun 2023 ini tumbuh 5.17% YoY atau naik dari kuartal I yang masih di angka 5.04%.

“Penting untuk kami menggaungkan pencapaian-pencapaian ini. Supaya menjadi inspirasi bagi perusahaan dan lembaga lain berbuat yang sama, bahkan lebih besar lagi,” jelas Don Bosco.()

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Uncategorized

1.000 Riders BMW Motorrad Merapat ke Bali, Pertamax Turbo Bawa Kejutan

Bali, Hotfokus.com Bali menjadi titik temu para penggemar BMW Motorrad dari berbagai...

Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027
Uncategorized

Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai menggeber langkah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin....

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya? Bambang Sabekti Praktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional setiap 4 September menjadi momentum yang menarik bagi Pelindo. Sebab, tidak lama lagi, tepat 1 Oktober 2026, Pelindo memasuki lima tahun sejak merger empat BUMN pelabuhan. Lima tahun bukan lagi sekadar masa transisi. Periode ini sudah cukup untuk melihat apakah integrasi organisasi telah menghasilkan kemampuan operasional dan nilai bisnis yang lebih baik. Karena itu, pertanyaan yang relevan bukan lagi apakah merger Pelindo berhasil menyatukan organisasi. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa incremental value setelah Pelindo menjadi satu? Jawabannya perlu dilihat setidaknya dari dua sisi: operational excellence dan customer value. Dalam bisnis pelabuhan, operational excellence tidak cukup dimaknai sebagai meningkatnya produktivitas satu terminal. Pelabuhan merupakan sistem yang melibatkan kapal, terminal, peralatan, tenaga kerja, gate, yard, trucking, serta berbagai proses pelayanan. Operational excellence berarti kemampuan mengelola proses tersebut secara efisien, konsisten, reliable, dan predictable. Kapal membutuhkan kepastian berth. Bongkar muat membutuhkan produktivitas peralatan. Kontainer membutuhkan yard yang dikelola dengan baik. Truk membutuhkan proses gate yang lancar. Pengguna jasa membutuhkan informasi yang akurat dan keputusan operasional yang cepat. Satu titik yang tidak efisien dapat mengurangi manfaat efisiensi pada titik lainnya. Di sinilah merger memberikan peluang besar. Dengan berada dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki kesempatan mengembangkan common operating standard, berbagi best practices, mengoptimalkan aset dan kapasitas, serta menggunakan data dan teknologi secara lebih terintegrasi. Namun, standardisasi bukan tujuan akhir. Bagi pelanggan, salah satu manfaat paling fundamental dari merger seharusnya adalah ease of doing business. Sebelum merger, pengguna jasa berhadapan dengan entitas Pelindo yang berbeda sesuai wilayah dan pelabuhannya. Setelah merger, pelanggan secara logis mengharapkan pengalaman berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih sederhana: standar semakin jelas, proses semakin seragam, akses informasi semakin mudah, dan tidak perlu menghadapi variasi proses yang sebenarnya tidak memberikan nilai tambah. Inilah salah satu acid test merger: APAKAH MENJADI PELANGGAN PELINDO SEKARANG LEBIH MUDAH DARIPADA SEBELUMNYA? Pertanyaan tersebut bukan sekadar soal keramahan pelayanan. Ease of doing business menyangkut waktu, jumlah tahapan, transparansi, kepastian keputusan, kemudahan akses layanan, serta kemampuan pelanggan menyelesaikan urusannya tanpa proses yang berulang. Dengan perspektif yang sama, digitalisasi juga harus diukur dari manfaatnya bagi pelanggan. Keberhasilan digitalisasi bukan berapa banyak aplikasi yang dimiliki, tetapi berapa banyak proses yang menjadi lebih sederhana dan berapa banyak interaksi yang tidak lagi diperlukan pelanggan. Di sinilah operational excellence bertemu dengan customer value. Dalam bisnis kepelabuhanan, customer value dapat dilihat dari hal yang konkret: waktu yang lebih singkat, proses yang lebih sederhana, biaya yang lebih efisien, dan kepastian yang lebih tinggi. Merger juga memberikan peluang untuk mengelola Pelindo sebagai port network, bukan sekadar kumpulan terminal. Dengan jaringan nasional dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki ruang lebih besar untuk mengoptimalkan kapasitas antarpelabuhan, berbagi best practices, mengurangi ketidakseimbangan utilisasi, dan memperkuat konektivitas antarkawasan. Namun, network advantage baru menjadi value apabila pelanggan dapat merasakannya dalam bentuk layanan yang lebih baik dan proses bisnis yang lebih mudah. Karena itu, ukuran keberhasilan merger juga harus tetap berada dalam scope Pelindo. Pelindo tidak menentukan surplus atau defisit perdagangan dan tidak dapat sendirian menyelesaikan seluruh persoalan biaya logistik nasional. Ukuran yang lebih fair adalah: seberapa besar efisiensi, reliability, dan kemudahan berusaha yang berhasil diciptakan pada bagian rantai logistik yang berada dalam kendali Pelindo? Memasuki tahun kelima merger, pertanyaan tersebut semakin relevan. Jika lima tahun pertama merupakan periode konsolidasi dan integrasi, lima tahun berikutnya semestinya menjadi fase untuk membuktikan incremental value of integration. Hari Pelanggan Nasional dapat menjadi reality check yang sederhana. Pelanggan adalah pihak yang paling tepat untuk menilai apakah perubahan internal perusahaan benar-benar menghasilkan perubahan yang mereka rasakan. Pada akhirnya, Pelindo tidak cukup hanya menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih terintegrasi. MERGER HARUS MEMBUAT PELANGGAN LEBIH MUDAH BERBISNIS DENGAN PELINDO. Kemudahan tersebut harus didukung oleh operasi yang semakin reliable, produktif, efisien, dan predictable. Pelindo sudah memiliki skala dan jaringan nasional. Tantangan lima tahun berikutnya adalah mengubah skala tersebut menjadi operational excellence, operational excellence menjadi customer value, dan customer value menjadi ease of doing business. Itulah makna Hari Pelanggan Nasional yang relevan bagi Pelindo: bukan sekadar merayakan pelanggan, tetapi memastikan bahwa setelah lima tahun merger, pelanggan benar-benar merasakan bahwa berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih mudah.[•]
Uncategorized

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya?

Bambang SabektiPraktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional...

Uncategorized

Elang Jawa Diselamatkan, PGE Raih Penghargaan HKAN 2026

Jakarta, hotfokus.com Komitmen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam menjaga satwa...