Home Uncategorized Pertamina Berdayakan UMKM Wanita di Ajang DhawaFest Pesona 2023
Uncategorized

Pertamina Berdayakan UMKM Wanita di Ajang DhawaFest Pesona 2023

Share
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Sebagai bentuk penghargaan kepada para perempuan khususnya pelaku UMKM, dimana perempuan sebagai salah satu kunci akselerasi pemulihan ekonomi. PT Pertamina (Persero) mengajak UMKM binaannya pada ajang DhawaFest Pesona 2023 di gedung Dhanapala, Komplek Kementerian Keuangan Jakarta Pusat, pada 8-10 Maret 2023.

Bertajuk UMKM Pulih dan Bangkit Lebih Kuat, Dhawafest Pesona 2023 kembali hadir setelah 3 tahun vakum akibat pandemi Covid-19, ini merupakan kali ke-10 semenjak pertama kali kegiatan ini diadakan pada tahun 2010. Sebanyak 250 stand hadir di pameran Dhawafest, dimana 95% diantaranya merupakan pelaku UMKM binaan unit Kemenkeu, binaan BUMN, dan instansi Pemerintah maupun swasta.

Melalui kegiatan ini, Pertamina juga memperoleh apresiasi sebagai salah satu mitra DhawaFest Pesona 2023 yang diserahkan langsung oleh Ketua DWP Kemenkeu, Wati Heru Pambudi kepada VP CSR & SMEPP Pertamina, Fajriyah Usman.

“Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung perekonomian masyarakat Indonesia khususnya UMKM perempuan. Pertamina berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas produk UMKM perempuan agar dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif, serta memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat Indonesia,” ujar Fajriyah di sela-sela kunjungannya ke booth UMKM binaan Pertamina.

Astrid Lucky Al Firman selaku ketua panitia DhawaFest Pesona 2023, menyampaikan gelaran DhawaFest merupakan salah satu wujud kepedulian DWP Kemenkeu dalam mendukung program Pemerintah untuk membangkitkan para pelaku UMKM. “Pada DhawaFest kali ini, kami mengusung tagline UMKM Pulih dan Bangkit Lebih Kuat, hal ini sesuai untuk menjadikan DhawaFest Pesona 2023 sebagai salah satu media untuk membangkitkan kembali para pelaku UMKM yang sempat terdampak akibat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dengan semangat terus berkembang dan dukungan kepada para UMKM Indonesia, DhawaFest Pesona 2023 mengangkat hasil karya seniman, pengrajin dan penyandang disabilitas, serta menampilkan produk UMKM yang menggunakan bahan ramah lingkungan.

Dalam ajang DhawaFest Pesona 2023 kali ini, Pertamina memberdayakan UMKM perempuan dengan menghadirkan aneka produk lokal yang siap untuk dipamerkan, diantaranya Rumah Kebaya Vielga, merupakan produk kebaya modern yang mengembangkan kain bordir dari Desa Simalanggang, Payakumbuh, Sumatera Barat. Monalisa Collection yang memproduksi kerajinan tangan berbahan dasar karung goni, usaha yang bergerak di bidang fashion, craft dan aksesoris.

Selain itu, Oniecraft hadir dengan memamerkan produk kerajinan Indonesia dengan material utama silver 925 filigree yang didesign menjadi varian produk yang menarik. Meeta Fauzan dan Rumah Jahit Luck-U, merupakan brand Busana Muslim, kerudung dan mukena dengan ciri khasnya, serta Rumah Kayu Bordir yang megembangkan bordir manual dengan motif tradisional khas Priangan Timur, Tasikmalaya.

N. Rosita, Pemilik Monalisa Collection mengaku senang bisa mengikuti pameran yang di gelar di Gedung Dhanapala Jakarta. Monalisa Collection memproduksi kerajinan berbahan dasar karung goni yang mengangkat kearifan lokal, berupa tas, sepatu, dompet, toples, souvenir, dan pernak pernik cermin dilapisi karung goni yang bahan bakunya berasal dari limbah daur ulang, dan dipadukan dengan kain perca, batik, bambu serta batu alam, selain itu juga memproduksi aksesoris dan kerudung.

“Bahan bakunya alami, dibuat dari serat pohon yang ramah lingkungan. Dan juga sisa dari bahan baku yang tidak terpakai digunakan untuk membuat aksesoris yang dikombinasikan dengan kain perca, jadi tidak ada yang terbuang,” ujar Rosita.

Melalui Program Kemitraan, Pertamina terus mendukung pengembangan produk-produk UMKM seperti yang dilakukan para mitra binaan Pertamina. Dengan naik kelasnya UMKM, diharapkan dapat menimbulkan efek domino yang positif yaitu terciptanya inovasi produk di-iringi dengan meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia dan terbukanya lapangan kerja sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Keikutsertaan UMKM binaan Pertamina dalam DhawaFest Pesona 2023 diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap produk UMKM sehingga dapat meningkatkan potensi pasar dimana produk-produk UMKM dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk para generasi muda agar mendorong kreativitas para pelaku UMKM dalam berkarya. Hal ini juga sebagai bentuk kepedulian Pertamina bersama mitra dalam mendukung pelestarian lingkungan untuk memproduksi dan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan.

Keterlibatan UMKM binaan dalam DhawaFest Pesona 2023, merupakan salah satu dukungan Pertamina sebagai BUMN dalam pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) khususnya point 12 yakni Konsumsi dan Produksi yang bertanggung jawab dan point 8 terkait penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi serta implementasi program – program berbasis ESG (Environmental, Social and Governance) di seluruh wilayah operasional Pertamina. Melalui program-program UMKM dan semangat Energizing Your Future, Pertamina berupaya terus mendorong setiap UMKM Binaan menjadi UMKM naik kelas dan Go Global.(*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Uncategorized

1.000 Riders BMW Motorrad Merapat ke Bali, Pertamax Turbo Bawa Kejutan

Bali, Hotfokus.com Bali menjadi titik temu para penggemar BMW Motorrad dari berbagai...

Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027
Uncategorized

Bahlil Gaspol! BBM Bensin Wajib Campur Bioetanol E10 Mulai 2027

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah mulai menggeber langkah mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin....

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya? Bambang Sabekti Praktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional setiap 4 September menjadi momentum yang menarik bagi Pelindo. Sebab, tidak lama lagi, tepat 1 Oktober 2026, Pelindo memasuki lima tahun sejak merger empat BUMN pelabuhan. Lima tahun bukan lagi sekadar masa transisi. Periode ini sudah cukup untuk melihat apakah integrasi organisasi telah menghasilkan kemampuan operasional dan nilai bisnis yang lebih baik. Karena itu, pertanyaan yang relevan bukan lagi apakah merger Pelindo berhasil menyatukan organisasi. Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa incremental value setelah Pelindo menjadi satu? Jawabannya perlu dilihat setidaknya dari dua sisi: operational excellence dan customer value. Dalam bisnis pelabuhan, operational excellence tidak cukup dimaknai sebagai meningkatnya produktivitas satu terminal. Pelabuhan merupakan sistem yang melibatkan kapal, terminal, peralatan, tenaga kerja, gate, yard, trucking, serta berbagai proses pelayanan. Operational excellence berarti kemampuan mengelola proses tersebut secara efisien, konsisten, reliable, dan predictable. Kapal membutuhkan kepastian berth. Bongkar muat membutuhkan produktivitas peralatan. Kontainer membutuhkan yard yang dikelola dengan baik. Truk membutuhkan proses gate yang lancar. Pengguna jasa membutuhkan informasi yang akurat dan keputusan operasional yang cepat. Satu titik yang tidak efisien dapat mengurangi manfaat efisiensi pada titik lainnya. Di sinilah merger memberikan peluang besar. Dengan berada dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki kesempatan mengembangkan common operating standard, berbagi best practices, mengoptimalkan aset dan kapasitas, serta menggunakan data dan teknologi secara lebih terintegrasi. Namun, standardisasi bukan tujuan akhir. Bagi pelanggan, salah satu manfaat paling fundamental dari merger seharusnya adalah ease of doing business. Sebelum merger, pengguna jasa berhadapan dengan entitas Pelindo yang berbeda sesuai wilayah dan pelabuhannya. Setelah merger, pelanggan secara logis mengharapkan pengalaman berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih sederhana: standar semakin jelas, proses semakin seragam, akses informasi semakin mudah, dan tidak perlu menghadapi variasi proses yang sebenarnya tidak memberikan nilai tambah. Inilah salah satu acid test merger: APAKAH MENJADI PELANGGAN PELINDO SEKARANG LEBIH MUDAH DARIPADA SEBELUMNYA? Pertanyaan tersebut bukan sekadar soal keramahan pelayanan. Ease of doing business menyangkut waktu, jumlah tahapan, transparansi, kepastian keputusan, kemudahan akses layanan, serta kemampuan pelanggan menyelesaikan urusannya tanpa proses yang berulang. Dengan perspektif yang sama, digitalisasi juga harus diukur dari manfaatnya bagi pelanggan. Keberhasilan digitalisasi bukan berapa banyak aplikasi yang dimiliki, tetapi berapa banyak proses yang menjadi lebih sederhana dan berapa banyak interaksi yang tidak lagi diperlukan pelanggan. Di sinilah operational excellence bertemu dengan customer value. Dalam bisnis kepelabuhanan, customer value dapat dilihat dari hal yang konkret: waktu yang lebih singkat, proses yang lebih sederhana, biaya yang lebih efisien, dan kepastian yang lebih tinggi. Merger juga memberikan peluang untuk mengelola Pelindo sebagai port network, bukan sekadar kumpulan terminal. Dengan jaringan nasional dalam satu perusahaan, Pelindo memiliki ruang lebih besar untuk mengoptimalkan kapasitas antarpelabuhan, berbagi best practices, mengurangi ketidakseimbangan utilisasi, dan memperkuat konektivitas antarkawasan. Namun, network advantage baru menjadi value apabila pelanggan dapat merasakannya dalam bentuk layanan yang lebih baik dan proses bisnis yang lebih mudah. Karena itu, ukuran keberhasilan merger juga harus tetap berada dalam scope Pelindo. Pelindo tidak menentukan surplus atau defisit perdagangan dan tidak dapat sendirian menyelesaikan seluruh persoalan biaya logistik nasional. Ukuran yang lebih fair adalah: seberapa besar efisiensi, reliability, dan kemudahan berusaha yang berhasil diciptakan pada bagian rantai logistik yang berada dalam kendali Pelindo? Memasuki tahun kelima merger, pertanyaan tersebut semakin relevan. Jika lima tahun pertama merupakan periode konsolidasi dan integrasi, lima tahun berikutnya semestinya menjadi fase untuk membuktikan incremental value of integration. Hari Pelanggan Nasional dapat menjadi reality check yang sederhana. Pelanggan adalah pihak yang paling tepat untuk menilai apakah perubahan internal perusahaan benar-benar menghasilkan perubahan yang mereka rasakan. Pada akhirnya, Pelindo tidak cukup hanya menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih terintegrasi. MERGER HARUS MEMBUAT PELANGGAN LEBIH MUDAH BERBISNIS DENGAN PELINDO. Kemudahan tersebut harus didukung oleh operasi yang semakin reliable, produktif, efisien, dan predictable. Pelindo sudah memiliki skala dan jaringan nasional. Tantangan lima tahun berikutnya adalah mengubah skala tersebut menjadi operational excellence, operational excellence menjadi customer value, dan customer value menjadi ease of doing business. Itulah makna Hari Pelanggan Nasional yang relevan bagi Pelindo: bukan sekadar merayakan pelanggan, tetapi memastikan bahwa setelah lima tahun merger, pelanggan benar-benar merasakan bahwa berbisnis dengan Pelindo menjadi lebih mudah.[•]
Uncategorized

Hari Pelanggan dan Lima Tahun Merger Pelindo Sudahkah Pelanggan Merasakan Manfaatnya?

Bambang SabektiPraktisi Kepelabuhanan dan Logistik Nasional 4 September 2026 Hari Pelanggan Nasional...

Uncategorized

Elang Jawa Diselamatkan, PGE Raih Penghargaan HKAN 2026

Jakarta, hotfokus.com Komitmen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) dalam menjaga satwa...