Home NASIONAL Holding Geothermal Penting Untuk Target Bauran EBT 23 Persen di 2025
NASIONAL

Holding Geothermal Penting Untuk Target Bauran EBT 23 Persen di 2025

Share
Holding Geothermal Penting Untuk Target Bauran EBT 23 Persen di 2025
Holding Geothermal Penting Untuk Target Bauran EBT 23 Persen di 2025
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Dewan Energi Nasional (DEN) RI berpandangan bahwa rencana pemerintah untuk membentuk holding BUMN Geothermal, adalah upaya untuk mendorong tercapainya target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) untuk mencapai 23 persen bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) ditahun 2025.

Anggota DEN-RI, Satya Widya Yudha mengatakan, langkah pembentukan holding atas tiga perusahaan bidang pengelolaan geothermal yakni Pertamina Geothermal Energy (PGE), PT Geo Dipa Energi (Persero), dan PT PLN Geothermal ini disebut jadi bagian dari sektor mempersiapkan sektor panas bumi sebagai bagian dari target bauran EBT.

“Ini sangat positif dilaksanakan. Kedepan pengembangan sektor geothermal menjadi tantang dari holding ini,” ujar Satya di Jakarta, Senin (1/3/2021).

Adapun prospek Geothermal tahun ini, menurut Satya sangat tergantung dari penyelesaian masalah harga. Sebagaimana diketahui, biaya upstream yang sangat tinggi menyebabkan harga energi panas bumi menjadi mahal.

“Persoalan lain seperti penolakan-penolakan masyarakat, karena kan memang Geothermal itu adanya di hutan lindung. Itu harus diatasi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Panasbumi Indonesia (API), Prijandaru Effendi menyebutkan adanya disparitas harga jual listrik panas bumi masih dihadapi industri dalam pengembangan sektor geothermal.

“Karena kan pembeli listrik panas bumi hanya PLN yang harganya ditentukan oleh pemerintah,” ujar Prijandaru.

Oleh karena itu guna mencapai keekonomian sektor panas bumi, API mengharapkan terobosan pemerintah dalam menghadapi persoalan harga listrik Geothermal.

“Harusnya ada harga yang adil buat pemilik proyek, namun juga affordable  bagi PLN, karena PLN itu Single buyer didalam bisnis ini. Jadi kita melakukan optimisasi di beberapa hal agar harga kita masuk,” pungkasnya. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Surplus perdagangan RI 2025 tembus USD 41 miliar, ditopang nonmigas. Migas masih defisit meski mulai membaik.
NASIONAL

Surplus Dagang RI 2025 Meroket, Nonmigas Jadi Penyelamat Saat Migas Tersendat

Jakarta, hotfokus.com Kabar baik datang dari neraca perdagangan Indonesia. Badan Pusat Statistik...

Kopontren Masuk Rantai Pasok MBG, Peluang Baru Perkuat Ekonomi Pesantren
NASIONAL

Kopontren Masuk Rantai Pasok MBG, Peluang Baru Perkuat Ekonomi Pesantren

Jakarta, Hotfokus.com Pemerintah membuka peluang besar bagi koperasi pondok pesantren (kopontren) untuk...

Konsentrat Tembaga
NASIONAL

Permintaan Meningkat, HPE Konsentrat Tembaga Kembali Melesat

Jakarta, hotfokus.com Permintaan pasar global terus meningkat, harga patokan ekspor (HPE) konsentrat...

Mentan Minta Aparat Tindak Produsen & Distributor Lakukan Offside HET MinyaKita
NASIONAL

Mentan Minta Aparat Tindak Produsen & Distributor Lakukan Offside HET MinyaKita

Bandung Barat, hotfokus.com Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas),...