Home NASIONAL SWF Indonesia Berbeda Dengan Negara Lain
NASIONAL

SWF Indonesia Berbeda Dengan Negara Lain

Share
Mirza Adityaswara, Direktur Utama LPPI
Share

Jakarta, Hotfokus.com

Lembaga Perbankan Indonesia (LPPI) menyatakan bahwa sovereign wealth fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang dibentuk pemerintah baru-baru ini akan menjadi solusi bagi kebutuhan pendanaan jangka panjang. SWF juga menjadi solusi instrumen investasi dalam menggait dana asing sebanyak-banyaknya untuk bisa digunakan berbagai proyek insfrastruktur atau pembiayaan lainnya di masa mendatang.

Mirza Adityaswara, Direktur Utama LPPI menyambut baik pembentukan SWF ini. Dijelaskannya bahwa SWF di Indonesia akan terasa berbeda dengan SWF yang ada di negara yang mengalami surplus neraca pembayaran, seperti China, Norwegia, Taiwan, atau Singapura. SWF di Indonesia lebih diutamakan untuk menampung aset atau dana asing demi mencukupi kebutuhan pembiayaan.

“Jadi SWF mereka itu menyalurkan kelebihan cadangan devisa untuk investasi di luar negeri. Tetapi ada jenis lain dari SWF yang mengundang modal dari luar negeri untuk membangun di dalam negeri. Ini yang dilakukan LPI,” kata Mirza dalam keterangannya, Jumat (26/2/2021).

Dijelaskan bahwa dalam pembiayaan proyek infrastruktur di dalam negeri, pemerintah tidak bisa bergantung terhadap dana-dana dari swasta atau BUMN perbankan. Apalagi dengan APBN yang jumlahnya sangat terbatas. Oleh sebab itu pemerintah kerap mengeluarkan surat utang agar pembiayaan APBN dan proyek infrastruktur bisa tercukupi.

Memang dana asing yang masuk ke Indonesia saat ini tersebar di berbagi protofolio. Menurut Mantan Deputi Bank Indonesia ini aliran dana asing yang masuk selama ini via SBN, yang saat ini angkanya sekitar 25-26 persen. Kemudian global bond milik pemerintah dan swasta. Dana asing juga masuk ke pasar saham di BEI

“Tetapi perlu dipahami jika investor membeli ekspektasi, sehingga ada risiko volatility. Bisa beli dengan mudah, investor asing juga bisa jual dengan mudah. Maka harus dicari instumen yang lebih stabil supaya dana asing masuk bisa bertahan lebih lama di Indonesia,” jelas Mirza. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
NASIONAL

116 Ton Jagung Seharga Rp5.500/Kg Disalurkan ke Peternak

Semarang, hotfokus.com Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai menyalurkan 116 ton jagung seharga...

Pemerintah memastikan tidak akan membuka tax amnesty lagi dan fokus memperkuat pengawasan perpajakan nasional.
NASIONAL

Purbaya Tegas: Selama Jadi Menkeu, Pemerintah Tak Akan Buka Tax Amnesty Lagi

Jakarta, hotfokus.com Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak berencana kembali...

Kementan memperketat pengawasan hewan kurban jelang Iduladha 1447 H guna mencegah zoonosis dan menjaga keamanan pangan.
NASIONAL

Jelang Iduladha, Mentan Amran Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Pertanian memperkuat pengawasan kesehatan hewan dan keamanan pangan asal...

NASIONAL

KKP Siapkan Ruang Laut untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan

Jakarta, hotfokus.com Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan ruang laut untuk pembangunan...