Jakarta, Hotfokus.com
PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau (PTBA) meminta pemerintah memberi subsidi bagi penggunaan Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti gas (LPG) di masyarakat. Tujuannya agar harga DME lebih terjangkau dan bisa segera digunakan oleh masyarakat sebagai pengganti LPG yang mayoritas bahan bakunya berasal dari impor.
“Dua-duanya (DME dan LPG saat ini) mungkin perlu subsidi. Tapi memang kita perlu untuk kami mulai melakukan pengalihan subsidi LPG ke DME ini,” kata Direktur Utama Bukit Asam, Arviyan Arifin dalam keterangannya, Selasa (8/12/2020).
Bersamaan dengan permintaan ini, Arviyan menilai pemberian subsidi ini selanjutnya perlu diteruskan dengan menerbitkan payung hukum. Begitu juga dengan anggarannya meski belum ada estimasinya. “Kami perlu payung hukum supaya bisa membolehkan pengalihan subsidi dari LPG ke DME,” tuturnya.
Menurutnya, pemberian subsidi bagi DME sebagai pengganti LPG akan memberikan manfaat lebih. Sebab, penggunaan DME nanti akan mengurangi impor gas sekitar 1 juta ton. Hitung-hitungannya, hal ini bisa menghemat cadangan devisa sekitar Rp9,7 triliun per tahun. Untuk jangka panjang, hal ini menghemat cadangan devisa hingga Rp290 triliun sampai 30 tahun ke depan.
Selain itu, neraca dagang dari sisi impor bisa berkurang Rp5,5 triliun per tahun atau Rp165 triliun per 30 tahun. Perhitungan ini didapat dari estimasi impor LPG mencapai USD690 per ton dalam 10 tahun terakhir. Sementara harga DME hanya berkisar USD420 per ton. “Jadi kami berusaha menghadirkan efisiensi dari segala hal,” imbuhnya. (DIN/rif)
Leave a comment